Pages

Tentang Bolabasket dan Saya

Bolabasket adalah…

Semua masyarakat penggemar cabang Olahraga Bolabasket tidak ada yang lebih menarik atau lebih hebat dari Bolabasket itu sendiri. Banyak sekali yang bisa didapat dengan mengamati, melihat, melakukan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Olahraga dan khususnya cabang olahraga Bolabasket . Kesehatan, bersenang-senang, dan penampilan fisik yang baik adalah merupakan komponen dari Olahraga Bolabasket. Belum lagi esensi dari Olahraga Bolabasket, membiasakan dan meningkatkan disiplin diri. Dari kalimat terakhir yang disebut barusan akan sangat terasa dampaknya pada rentang waktu yang lebih panjang lagi. Imbas positif ini bukan hanya dapat dinikmati oleh individu pelakunya, tapi lebih lagi dapat berimbas baik sekali untuk masyarakat bannyak dan bangsa kita. Klise-nya alinea ini karena memang sudah banyak ditulis, diucap dan dibesar-besarkan di masyarakat kita. Tapi memang ini yang saya temui, yang saya dengar, yang saya lihat dan saya percaya walaupun belum berhasil dengan usahanya.

Tentang aku…

Bersyukur saya dibesarkan dikeluarga yang senang terhadap dunia Olahraga, dengan ini saya di beri kemudahan tersendiri untuk belajar banyak tentang Bolabasket. Ayah saya adalah bekerja sebagai karyawan Bank di Kota Magetan, awal masuknya ayah saya ke Bank juga karena Olahraga, tapi bukan Bolabasket melainkan Bola Voli. Tetapi ayah saya juga menggemari Olahraga Bolabasket. Semenjak kecil ayah saya sudah mengenalkan saya dengan Bolabasket, karena setiap sore saya di ajak ke lapangan untuk menonton ayah saya bermain Bolabasket. Sejak saat itu saya tertarik dengan Olahraga Bolabasket walaupun saya sebagai penonton dan penikmat saja.

Saat menginjak sekolah lanjutan pertama, saya baru benar-benar menjadi pelaku Bolabasket. Bergabung dengan klub kecil yang ada di Kota Magetan mengasah saya menjadi pemain yang baik dan terampil, tetapi juga menjadi anak muda yang mempunyai arah dan tujuan yang jelas.

Bermain membela nama Sekolah merupakan pengelaman pertama yang saya dapat. Selain membela nama sekolah, saya bermain membela Kota Magetan dalam Pekan Olahraga anatar Daerah (POPDA). Selain itu saya juga bermain membela kulb dalam kejurda Divisi II. Dari mengikuti kejuaraan-kejuaran tersebut saya mendapatkan wawasan yang luas tentang Bolabasket. Setelah tamat Sekolah Menengah Akhir saya melanjutkan sekolah mengambila jurusan Olahraga di UNESA. Awalmulanya saya berangan-angan untuk mengasah keahlian saya di Ibu Kota Jawa Timur, tetapi angan-angan tersebut sirna, persaingan di Kota lebih ketat dan banyak pemain-pemain yang keterampilannya melebihi saya. Ini juga yang menjadi alasan kenapa saya cepat-cepat berhenti bermain saat saya masih bisa berkompetisi.

Cita-cita saya saat ini adalah ingin mempercepat berkembangnya Bolabasket di Magetan dan di Indonesia. Niat Pribadi mau menggunakan apa yang sudah saya dapat dari 11 tahun sebagai pemain Bolabasket untuk dikembalikan lagi pada cabang ini dan lebih lagi pada masyarakat kita. Akan dasar ini saya menjadi pelatih Bolabasket.

Pengalaman yang baru 2 tahun menjadi pelatih di kompetisi antar daerah membuat saya lebih terpacu lagi untuk menjalankan dan terus menikmati apa yang saya pikir mau dan mampu lakukan. Walau dalam perjalanan pendek ini saja tidak sedikit juga orang yang sudah melihat saya sebagai orang yang terlalu mikir, terlalu muluk, perfeksionis dan ada juga yang menyebut saya idealis. Sekarang ini saya ingin belajar dan mencari pengalaman yang se-banyak-banyaknya untuk menjadi pelatih Bolabasket yang lebih baik lagi.

Pelatih Bolabasket Indonesia…

Sejak masih menjadi pemain Basket sampai sekarang ini, banyak sekali saya melihat pelatih atau pembina yang seolah menganggap terlalu ringan semua beban peran dan tanggung jawab profesi ini. seolah yang terlihat hanya kemenangan atau kekalahan yang di depan mata saja. Banyak yang memandang sebelah mata sebuah usaha persiapan dan sebagainya. Buat saya ini semua tidak harus terjadi.

Sisa tiga menit saat sebuah tim yang bermain di 4 besar IBL tahun 2005 tertinggal hanya tidak lebih dari 9 angka, sang pelatih sudah duduk manis tanpa berbuat sesuatu untuk membalikkan keadaan. Terlepas saat itu setelah kita berusaha tapi kalah juga, tetap saja tugas kita adalah melatih saat kalah ataupun menang. Tanpa harus menunjuk pada sisa enam menit perempat akhir pertandingan Final IBL 2006.

Entah sebuah tim tertinggal jauh ataupun menang jauh, lagi-lagi tetap saja saat itu kita bukan penonton yang bisa selalu duduk tenang tanpa berbuat sesuatu. Saat seperti itu adalah saat yang paling baik untuk tim mendapatkan pengalaman di saat genting di seri 4 besar, dan memang kekalahan belum tentu menjadi milik kita kalau kita tetap terus berusaha sesuai logika waktu yang tersisa.

Ada juga pelatih yang sama sekali tidak mengindahkan etika dan sportivitas. Di sebuah pertandingan penyisihan Kobatama tahun 2004, seorang pelatih meneriakkan kata-kata yang sama sekali tidak pantas diucapkan sebagai pelatih Bolabasket. “Pukul saja, saya nanti yang tanggung jawab!” Katanya sambil menunjuk-nunjuk dadanya.

Belum lagi pelatih yang membiarkan pemainnya masuk kelapangan yang sedang dipakai berlatih oleh tim lain pada jam berlatih sebelum timnya berlatih. Ada lagi pelatih yang tidur saat timnya berlatih dan masih banyak lagi. Semua yang kurang-kurang barusan sama sekali tidak mengangkat profesi ini ke jenjang selanjutnya. Apalagi bisa mengangkat prestasi timnya.

Hingga disuatu titik saya berpikir bahwa kita pelatih-pelatih di Indonesia ini bukannya tidak mampu, tapi kurang serius menjalankan profesinya. Itupun masih dibagi lagi pada dua kelompok (atau masih ada 263 kelompok lainnya lagi.). Ada yang kurang serius karena menganggap profesi ini sebagai sampingan dan hanya penambah pemasukan dari sisi keuangan, dan ada juga yang memang tidak serius dan lagi kemampuannya terbatas padahal profesi ini satu-satunya mata pencahariannya.

Dari semua yang diatas ini tetap saya yakin tidak sedikit juga yang benar-benar mampu, serius dan tulus dalam menjalankan profesinya. Ini juga yang menjadi salah satu faktor kenapa Bolabasket Indonesia masih ada.

Idealisme Bukan Tidak Mungking…
Sulit untuk saya percaya kalau idealnya profesi ini tidak bisa dijalankan dengan baik. Yang kita para pelatih perlu hanyalah usaha sepenuhnya sesuai dengan kapasitas dan deskripsi pekerjaan.

Bukannya tidak mungkin kan kalau jual beli pemain dalam suatu tim harus sesuai dengan standar pelatih? Mengapa harus pemilik yang membeli pemain sekuat koceknya? Apakah pemilik pasti tahu kebutuhan tim sesuai dengan sistem bermain si pelatih? Sedemikian mandulkah pelatih kita hingga dia harus didukung dengan tim yang bermaterikan pemain level nasional lebih dari 4 orang, sementara tim lain ada yang sama sekali tidak punya materi pemain kelas nasional?

Saya pikir pasti pelatih-pelatih juga tidak terlalu ingin dimanjakan dengan materi pemain. Karena saya juga yakin, pelatih klub-klub Bolabasket di Indonesia mampu mencetak sendiri pemain atau tim yang menangan.

Idealnya di Indonesia, (paling tidak, menurut saya..) selain menejer, pelatihlah yang menjadi salah satu fokus utamanya bagi pemilik klub. Lalu kenapa bukan pemain? Karena penonton datang ke pertandingan Basket bukan melulu untuk melihat satu-dua pemain berlaga, tapi untuk melihat pertandingan Bolabasket. Cantik atau tidaknya sebuah tim bermain, kecepatannya, kerjasamanya atau seru atau tidaknya sebuah pertandingan.

Kalaupun ada banyak orang datang karena ingin melihat satu–dua “Pemain Bintangnya Indonesia”, itupun ternyata kurang cukup banyak untuk mengangkat liga kita sampai pada titik menguntungkan bagi klub atau pemilik klub. Padahal tengok berapa banyak anggaran yang terkuras untuk menarik seorang “Pemain Bintangnya Indonesia” masuk ke dalam satu klub.

Saya tahu sebuah klub Divisi I yang sudah membeli banyak pemain dan menggajinya tapi sampai hari ini selalu gagal untuk terbang dan masuk ke jenjang berikutnya. Malah ada yang sudah bubar. Atau lagi sebuah tim bukannya membangun sebuah tim melainkan membeli beberapa pemain kelas wahid sekaligus, namun gagal masuk final kompetisinya tahun 2006.

Apakah tidak mungkin kalau Bolabasket Tanah Air kita ini tetap menjunjung tinggi pembinaan, pembentukan karakter, disiplin, pendidikan dan sebagainya? Pelatih yang harus memulai penekanan akan hal-hal tersebut. Ideal hanya sejauh mau atau tidak mau saja.

Lagian dimana posisi Bolabasket kita di Internasional sekarang? Pada rentang waktu yang sedikit lebih panjang klub-klub IBL dan Kobatama pasti akan diuntungkan. Di Indonesia sekarang ini saya pilih Pelatih, menejer baru kemudian pilih pemain.

Kerja Sama...

Bukan pelatih terus seenaknya bekerja sendiri tanpa perlu bantuan oleh elemen di tim. Atau sukses tidaknya sebuah tim hanya di tentukan oleh pelatih semata. Melainkan diperlukannya kemampuan kerja sama di antara semua dalam sebuah tim tersebut.

Ketidakmampuan pelatih bekerja sama dengan menejer, pengurus dan lain-lain akan tercermin pada pola permainan timnya. Saya kira tidak ada pelatih cabang Olahraga beregu yang tidak punya kemampuan bekerja sama. Pelatih membutuhkan dukungan dari banyak pihak didalam dan diluar klubnya.

Orientasi Hasil...

Banyak klub pasti banyak pula tujuan masing-masing. Ada yang hanya untuk senang-senang membangun klub, dan ada yang ingin benar-benar membina masyarakat kita melalui Olahraga atau ada juga yang mungkin mengejar keuntungan secara finansial. Uang dan pembinaan kedepan atau apapun itu tujuan klub atau pemilik yang positif, dapat dicapai dengan semua yang saya coba uraikan diatas dari sisi profesi.

Pasti! Kalau kurang percaya silahkan saja lihat kembali sejarah negara yang tradisi Bolabasketnya mendominasi dunia. Walau sudah Pro dan menjadikan pemain kaya raya, mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Olahraga dan Bolabasket.

Setiap bagian cabang Bolabasket Indonesia harus mau memulainya. Siapa lagi kalau bukan kita (terutama pelatih) sendiri yang meletakkan nilai-nilai itu semua? Saya hanya berusaha menjadi manusia sebenarnya dengan semua keaslian dirinya, walau tidak seasli yang diciptakan komunitas Bolabasket Indonesia..

Salam Olahraga....!!!!!

All About Basketball Fundamental

3 Dasar Dalam Permainan Bola Basket :
Dribble.... Pass, dan Shoot....

Dribbling, merupakan hal yang sangat menentukan dalam perkembangan kemajuan dari pemain basket, karena jika seorang pemain basket telah memiliki kemampuan ball-handling yang baik pasti akan lebih mudah untuk dilatih berbagai variasi latihan ataupun strategi. "Klo pemain basket ga bs bawa bola, gimana mau poin, gimana mau nyerang??" Oleh karena itu, dalam posting berikutnya, saya akan membahas mengenai dribble beserta video yang mendukung. Karena pada dasarnya dari artikel saya ini, saya ingin lebih menyadarkan betapa pentingnya latihan dasar dribble yg sering kali kurang ditekankan oleh pelatih maupun para pemain itu sendiri, yg mungkin jika saya amati hal tersebut dikarenakan terlalu fokusnya program latihan berdasarkan posisi masing2 pemain ataupun tinggi badan. Selama mengenal basket di Indonesia, saya seringkali mendengar perkataan seperti ini (terutama untuk anak SMP, SMA, bahkan mahasiswa) : "Center ga boleh kluar2 garis three-point, ga boleh bawa bola kelamaan, harus jago post-up, harus ahli underbasket" atau "playmaker harus lebih jago dribble dari center, ga perlu terlalu fokus latihan underbasket" itulah mungkin yang biasa Anda dengar juga mengenai mitos yang sangat salah dalam dasar basket. Saya harap posting saya yang berikutnya akan dapat membantu kita semua dalam menyadarkan betapa pentingnya dasar2 yang benar dan kuat.

Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble. Melalui artikel ini pula saya akan berusaha menyadarkan para pemain basket dengan cara mengungkapkan pentingya passing melalui penjelasan serba-serbi mengenai passing (latihan dasar, jenis, dan tips melakukan) yang sering kali dianggap remeh.

Shooting, dalam basket memiliki banyak variasi / jenisnya (set-shoot, jump shoot, bank shoot, lay-up, fade away,dll) yang semuanya adalah memiliki satu tujuan : POINT....Dalam posting2 yg berikutnya saya akan membahas satu per satu jenis shoot tersebut dan bagaimana melakukannya (namun tidak dalam waktu dekat, karena saya akan terlebih dahulu ingin menyampaikan mengenai fundamental dan variasi jenis latihan dribble) Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble.

Fondasi Yang kuat Adalah Awal Dari Segalanya
Tanpa dasar yang kuat suatu rumah tentunya akan
relatif lebih mudah untuk roboh, dan juga akan lebih sulit untuk dikembangkan menjadi suatu rumah yang lebih megah/besar. Begitu pula halnya dengan segala hal di dunia ini pastilah membutuhkan suatu dasar yang kuat dan benar untuk dapat terus bertahan dan dapat berkembang dengan baik, termasuk juga dalam hal olahraga Bola Basket.

Tanpa dibangunya latihan dasar yang kuat & benar dalam basket, seorang pemain basket akan sulit berkembang dalam mencapai potensi terbaiknya, hal tersebut dapat dikarenakan kurangnya penekanan didik dari pelatih mengenai pentingnya latihan dasar, maupun kurangnya pengetahuan pemain mengenai pentingnya ataupun variasi latihan dasar yang diperlukan untuk meningkatkan skill dalam basket.

Artikel ini dibuat dengan maksud penulis ingin membagi semua pengetahuan yang diketahui penulis untuk meningkatkan skill dasar yang seringkali tidak disadari oleh pemain basket (khususnya bagi pemula). Dalam artikel ini pada awalnya akan ditekankan terlebih dahulu mengenai pentingnya latihan dasar Dribble, yang akan disajikan dalam bentuk video maupun artikel2 pendukungnya.

Namun karena terbatasnya waktu penulis (dan kurangnya jam terbang dalam hal pembuatan blog =>), maka saya akan terus meng-update artikel ini secara bertahap. Dan diharapkan dengan artikel ini bisa membantu para Basketball Lovers di Indonesia secara khusus.

Menentukan Filosofi Kepelatihan Anda Tentang Permainan Bola Basket

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang harus anda pikirkan jawabannya dan diharapkan dapat membantu anda dalam menentukan filsafat yang anda anut dalam permainan bola basket

  • Apakah anda ingin melakukan fast break? Jika "ya" anda akan melakukannya setelah tembakan gagal atau bola masuk? Apakah anda mempunyai fast break yang diawali dari free-throw? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai dengan keinginan anda (dalam fast break)
  • Apa metode anda dalam memecahka half-court man to man defense? Apakan anda akan menggunakan beragam system offense? Apakah anda akan mmecahkan dengan pola/patren atau motion offense? Apakah anda berorientasi permainan inside atau outside/three pointer? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam half court man to man defense)
  • Apa medode anda dalam memecahkan half court zone defense? Apakah anda akan menekankan pemain untuk menyerang zona yang kosong atau menekankan pada dribble penetration? Apakah akan memutar bola dengan memperbanyak passing untuk mencari peluang didalam/inside atau tembakan luar/outside shoot? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam half court zone offense)
  • Apa metode anda dalam memecahkan full court press defense? Apa yang akan anda gunakan untuk memecahkan full court man to man press defense? Apa yang anda lakukan untuk memecahkan full court zone press defense? Apakah anda akan mencoba untuk langsung membuat skor atau tujuan anda hanya memecahkan press defense tersebut dan melanjutkannya dengan half court offense? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam full court press offense)
  • Apakah anda akan menerapkan berbagai macam half court defense? Apakah anda akan menggunakan man to man defense atau zone defense? Sejauh mana anda ingin memantapkan half court defense tim anda? Bagaimana anda melakukan penjagaan bola pada low post atau outside player? Kemana anda akan mengarahkan bola?
  • Apakah anda akan menggunakan full court defense? Apakah anda akan menggunakan press defense? Apakah anda menggunakan man to man press defense atau zone press defense? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisnya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam press defense)
  • Bagaimana dengan delay offense (usaha untuk memperlambat offense) ? dan special play (pola/pattern tertentu) Apakah anda sudah mempersiapkannya? Jika "ya" apakah anda akan menggunakan lebar lapangan atau sekedar menghabiskan shot clock? Apakah anda mempersiapkan pola/pattern untuk detik-detik terakhir? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda?
  • Bagaimana dengan special situations? Apakah yang anda gunakan saat inbound pass dari under basket dan dari sideline? Apakah anda ingin langsung membuat skor atau sekedar mengamankan inbound pass tersebut dan melanjutkannya dengan half court offense? Apa yang anda lakukan pada situasi jump ball?

Daftar pertanyaan diatas tersebut memang belum lengkap seluruhnya, akan tetapi dharapkan cukup membantu dan mengarahkan filsafat anda tentang permainan bola basket dan tipe permainan yang bagaimana yang akan anda terapkan pada tim anda. Anda dapat memberikan daftar pertanyaan lain yang menurut anda perlu untuk mengembangkan permainan bola basket sehingga dapat memperkaya dan menguatkan filsafat anda tentang permainan bola basket.

Filosofi Defense Dalam Permainan Bola Basket

"Offense can make you win the game, but defense can make you be the champion"

Dari kalimat tersebut dapat kita bayangkan betapa pentingnya defense dalam bola basket. Sehingga seorang pelatih sangat dituntut menguasai taktik defense bagi timnya. Dalam melakukan set defense, seorang pelatih seharusnya dapat melakukannya sesuai filosofi defense yang dimilikinya,

  1. Apa yang dimaksud defense?
  2. Apa tujuan defense yang dilakukan?
  3. Apa standar defense yang ingin dilakukan?

Lalu dengan itu seorang pelatih baru dapat merencanakan bagaimana seharusnya defense itu dilakukan dan itu semua diberikan pada programlatihan yang akan diberikan.

Filosofi defense setiap pelatih boleh saja berbeda, atau sama dengan yang lainnya, namun hal itu tidak menjadikan sebeuah defense dianggap terbaik dibanding defense yang lainnya. Hal-hal yang dapat membedakan sebuah defense antara lain

  1. Materi pemain,
  2. Kemampuan/keterampilan pemain individu pemain,
  3. Kejelian pelatih dalam merancang,
  4. Memberikan dan mengoreksi sebuah defense

Dalam merancang sebuah defense, selain disesuaikan dengan filosofi defense pelatih, juga tidak tertutup kemungkinan harus melihat materi pemain yang ada, jika materi pemain yang ada tidak mencukupi kubutuhan atas filosofi yang diyakini oleh pelatih, dapat saja pelatih tersebut malakukan sedikit perubahan terhadap defense yang akan diberikan selanjutnya tahap demi tahap pelatih tersebut melakukan dasar-dasar untuk melakukan defense yang diinginkannya.

Jean Pierre Balduin, insturktur IOC yang pernah memberikan penataran pelatih di Indonesia pernah mengatakan, "tidak ada defense yang paling baik, yang ada hanyalah defense yang berguna untuk sebuah tim". Hal ini seharusnya mengingatkan setiap pelatih untuk merancang pola defense yang sesuai dengan apa yang dimiliki dan diperlukan oleh timnya. Namun tidak tertutup kemungkinan seorang pelatih meniru defense yang dilakukan sebuah tim, namun haruslah dilakukan beberapa modifikasi (dengan melakukan pengurangan atau penambahan atau penempatan pemain) untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau materi pemain yang dimilikinya.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan filosofi defense, dibutuhkan banyak factor antara lain :

  1. Kemampuan fisik yang bagus
  2. Kemampuan motorik yang baik, terutama olah kaki dan koordinasi
  3. Kemampuan membaca permainan lawan (visi)
  4. Kemampuan mental / psikologis yang baik, sehingga tidak mudah diintimidasi lawan dan pantang menyerah

"Defense yang telihat baik dimainkan oleh sebuah tim, belum tentu dapat dimainkan dengan sama baiknya oleh tim yang lain"

Hal yang harus diperhatikan dalam melatih defense

  1. Bagaimana pelatih dapat memantau dan mengoreksi kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh individu atau tim
  2. Melatih defense membutuhkan waktu dan kesabaran. Hal ini disebabkan latihan defense sangat kompleks dan umumnya dianggap atlit bukan hal yang menyenangkan
  3. Dibutuhkan kematangan psikologis seorang pelatih dalam melatih defense, dimana dari hal tersebut diharapkan dapat mentransfer pengetahuan bahwa latihan defense juga bisa menyenangkan serta kesabaran pelatih dalam melatih defense
  4. Tidak semua set defense dapat diterapkan melawan tim berbeda. Oleh karena itu pemain harus dibekali dengan berbagai macam defense
  5. Sebuah set defense yang dapat dimainkan dengan baik oleh salah satu tim, belum tentu dapat dimainkan dengan kualitas yang sama baiknya oleh tim yang lainnya.
  6. Sebuah set defense harus memperhatikan materi pemain yang dimiliki dan lawan yang akan dihadapi

Falsafah Dasar Bola Basket

1. BOLA BASKET SEBAGAI OLAHRAGA YANG MEMUNGKINKAN TERJADINYA PERSINGGUNGAN TUBUH (BODY CONTACT)

TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIPERSIAPKA

  • Mempersiapkan fisik dan mental atlit dalam menghadapi kemungkinan persinggungan tubuh dalam permainan.
  • Mengeliminir hal-hal yang dapat mengakibatkan cedera.
  • Menyamakan persepsi antara pelatih, pemain dan wasit tentang persinggungan tubuh yang sah dan yang tidak sah.

2. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN YANG CEPAT DAN DINAMIS

  • CEPAT

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam permainan dimana terjadi dalam waktu yang sangat singkat, seperti penguasaan bola, perubahan angka, perubahan susunan pemain (baik lawan maupun tim sendiri), perubahan irama bermain lawan (akibat defense ataupun offense lawan), dsb.

  • DINAMIS

Dimana selalu terjadi perubahan-perubahan baik di dalam maupun di luar lapangan. Perubahan di luar lapangan seperti perubahan peraturan, perubahan jadwal pertandingan, perubahan tempat pertandingan, dsb.

3. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN BEREGU

TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEBUAH TIM

  • Kolektifitas tinggi menjadikan tim lebih baik.
  • Pembagian tugas = Tanggung jawab.
  • Tidak ada pemain “yang paling berjasa” dalam tim.

4. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN YANG DAPAT DIMAINKAN DENGAN PERASAAN SENANG (ENJOYABLE)

DUA HAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI PENAMPILAN ATLIT :

  • FAKTOR POSITIF

o Tanamkan rasa bangga dan rasa percaya.

o Pemain diharapkan mampu menikmati setiap gerakan yang dilakukan.

  • FAKTOR NEGATIF

o Tuntutan yang tinggi (dari pelatih, teman, penonton, orang tua dan dirinya) menjadikan atlit tidak dapat melakukan penampilan terbaiknya dan dapat mengakibatkan atlit menghalalkan segala cara untuk memenuhi tuntutan tersebut.

TUGAS, FUNGSI DAN POSISI DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

Basket adalah permainan yang membutuhkan kecepatan, kelincahan dan ketepatan (anaerob) tapi juga kecepatan dalam berpikir (cerdas), mempunyai power, mental yang kuat dan juga mengerti dasar-dasar dalam permainan bola basket .Tidak ada jaminan dimanapun yang akan membuat sesorang menjadi pemain basket yang lebih baik terkecuali ia meluangkan sedikit waktunya untuk memahami dasar-dasar permainan ( Falsafah & Fundamental), serta Peraturan Permainannya. Sebelum kita dapat bermain basket, kita harus mengetahui hal yang paling mendasar dari pemainan bola basket dengan dapat menentukan Tugas, Fungsi dan Posisi kita dalam bermain agar dapat bermain maksimal sesuai dengan karakter kita nantinya. Dalam basket ada beberapa posisi pemain yang seringkali disesuaikan dengan Skill dan juga Postur Tubuh. Tugas, Fungsi dan Posisi akan selalu berubah tergantung keadaan Tim ( Defense dan Offense ), perubahan ini sangat cepat terjadi di lapangan


Bagi mereka yang mempunyai postur tubuh tinggi biasanya akan menempati posisi Center. Tidak ada ukuran pasti dalam hal ini, paling tidak ini dilihat dari tim itu sendiri. Orang yang mempunyai postur tubuh tinggi di dalam timnya atau paling tidak lebih tinggi dibanding rekan setimnya akan menempati posisi ini. Sedangkan bagi mereka yang mempunyai postur badan lebih kecil dan biasanya didukung oleh kemampuan dribbling atau membawa bola yang baik akan menempati posisi Guard.


Guard Posisi ini lebih sering berada di luar key hole atau perimeter area. Kebanyakan tim menempatkan pemain mereka yang plaing kecil dan paling cepat untuk posisi ini.Guard lebih sedikit beradu kontak fisik dengan pemain lawan dibandingkan dengan posisi forward dan center.Posisi guard sendiri terdiri dari dua macam; Point Guard dan Shooting Guard.

Point guard Bertugas mengatur permainan dengan mengatur strategi yang akan diterapkan dengan menerapkan pola-pola permainan yang telah dipelajari oleh timnya. Walaupun handling bola penting pada posisi manapun, namun banyak yang percaya yang mempunyai kemampuan dribble paling baik akan cocok menempati posisi ini. Point guard mengatura serangan dan biasanya mempunyai tipikal melakukan passing yang pertama, jadi akurasi dana passing yang tepat adalah kunci dari kesuksesan pada posisi ini. Point guard seharusnya menjadi yang terdepan dalam memberikan assist di dalam timya.


Shooting guard/small forward Shooting guard, tergantung dari strategi serangannya, akan menjadi pemain yang membantu bola mengalir dalam serangan, tapi pemain ini juga menjadi penembak utama, dan juga dapat melakukan drive ke dalam. Mereka juga dapat merangkap menjadi small forward, dan diharapkan dapat membuat screen dan mempunyai kemampuan rebound yang baik. ForwardKebanyakan forward mempunyai postur badan yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan posisi guard dan tentu saja mempunyai kemampuan rebound yang lebih baik dibandingkan guard posisi ini kadang disebut juga dengan strong forward. Seorang forward harus dapat melihat posisi kosong di dekat key hole untuk melakukan penetrasi ke dalam, yang kemudian diharapkan dapat menerima passing lalu dilanjutkan dengan drive ke dalam. Forward biasanya memiliki postur tinggi dan kuat, tugas utama mereka adalah melakukan rebound dan bekerja di oaint area. Forward diharuskan memiliki kemampuan menembak medium yang baik. Tembakan mereka akan lebih banyak berada di dekat ring atau sekitar paint area. Forward adalah salah satu posisi penting dalam permainan basket.


Center Sering juga disebut big man dalam permainan basket. Biasanya mereka pemain yang paling tinggi dan paling besar dalam permainan. Pemain ini bertanggung jawab dalam melakukan rebound dan bermain di area key hole, center harus dapat memperjuangkan rebound dan bermain di bawah ring.


Demikian posisi-posisi yang ada dalam bermain basket, dengan dasar ini diharapkan kita dapat mengetahui posisi kita dalam bermain dan menjadi lebih baik lagi dalam bermain basket.

APAKAH YANG MEMBUAT SEORANG PELATIH SUKSES

Ada banyak hal yang dilakukan untuk menjadi pelatih yang sukses. Ada beberapa hal yang bisa dikontrol dan ada yang tidak, seperti seringnya kesuksesan pelatih dihubungkan dengan rekor menang dan kalah dari pelatih tersebut atau jumlah gelar juara yang dimenangkan, akan tetapi ada hal lain yang juga bisa di hubungkan dengan kesuksesan seorang pelatih (coach), seperti pesatnya perkembangan pemain, kemampuan tim, meningkatnya presentase menang - kalah dalam kompetisi . sebenarnya kunci kesuksesan berasal dari kerja keras, goal setting (penentuan tujuan) dan perencanaan. Akan tetapi kita sebaiknya tidak berpikir halnya ingin sukses tetapi cenderung bagaimana membuat sebuah persiapan yang matang agar terjadi kesuksesan

  • Tugas utama Pelatih adalah membantu atlit untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai prestasi atlit
  • Maka didalamnya ada hubungan timbal balik antara pelatih dan atlit, yang diharapkan adanya kecocokan dan kerjasama untuk mencapai prestasi.
  • Didalam kenyataannya pelatih menawarkan waktu dan pengetahuannya kepada atlit, sedangkan atlit mempunyai keinginan dan bakat yang dimiliki

TIPE - TIPE PELATIH

1. Pelatih yang Otoriter (Dominating Coach)

  • Ini adalah tipe pelatih yang paling umum, utamanya pada olahraga beregu, seperti bolabasket. Karakteristik yang menonjol adalah disiplin dan agresif. Pelatih ini akan selalu terjebak dalam situasi "Do or Die" (memaksakan kehendak), akan tetapi dapat menumbuhkan perhatian atlit dalam berlatih. Tipe ini biasanya terorganisasi dan terencana dengan baik, menuntut perhatian penuh dari atlit dan diwarnai adanya hukuman-hukuman dalam menegakkan disiplin yang diterapkan.
  • Keuntungan : Suasana yang disiplin sangat mendukung pencapaian prestasi dan menimbulkan dedikasi untuk mencapai tujuan
  • Kerugian : Sensitif dan rentan konflik, apalagi jika terjadi kekalahan beruntun.

2. Pelatih yang Demokratis (Personable Coach)

  • Ini adalah tipe pelatih yang "Nice Guy" yang disenangi seluruh anggota tim dikarenakan fleksibel dan kreatif dalam pendekatan kepada atlit dan penuh perhatian dengan menganggap atlit sebagai individu yang berberbeda dalam perlakuannya.
  • Keuntungan : Iklim saling menghormati dan hubungan yang berkualitas yang kadang akan memunculkan hasil di luar dugaan. Setiap orang yang termasuk dalam tim sangat menikmati peran dan sumbangannya terhadap tim
  • Kerugian : Fleksibilitas dan keterbukaan pelatih di salahgunakan oleh atlit yang bandel, sehingga hal ini akan nampak berubah menjadi "kelemahan"

3. Pelatih yang Santai (Casual Coach)

  • Ini adalah tipe pelatih yang "Easy Going", nyantai, pasif dan mengurangi keterlibatannya dalam tim. Hal ini akan tercermin dengan tidak adanya komitmen tim. Pelatih ini terbiasa mempersiapkan diri dan segala sesuatunya tidak terencana, sehingga ia hanya berperan sebagai konsultan
  • Keuntungan : Atlit mengembangkan kemandiriannya daripada menunggu dan menguntungkan pelatih. Suasana yang santai menghindari dari suasana yang penuh tekanan
  • Kerugian : Persiapan tim biasanya tidak mencukupi dalam menghadapi even, dikarenakan tidak adanya rencana yang matang, hal yang paling menonjol adalah tingkat kemampuan fisik yang sangat rendah. Efek dari sikap santai ini akan menimbulkan hilangnya kewibawaan seorang pelatih

Indikasi - Indikasi Tentang Pelatih yang Baik
  1. Pelatih merupakan suri tauladan dengan penuh kejujuran
  2. Pelatih bisa menjadi "Pengikut" dan "Pendengar" yang baik
  3. Pelatih bisa mendisiplinkan atlit
  4. Pelatih bisa mengoreksi dan mau dikoreksi
  5. Pelatih berfungsi sebagai ahli Psikologi/ Kejiwaan
  6. Pelatih berfungsi sebagai teman dan pembimbing (curhat)
  7. Pelatih berfungsi sebagai pengganti orang tua

HUBUNGAN ATLIT DAN PELATIH

Apa yang diharapkan atlit dari pelatih ?

  1. Konsisten
  2. Rasa dibutuhkan
  3. Kepemimpinan dan bimbingan / arahan
  4. Jujur dan terus terang
  5. Terbuka dalam bidang dialog
  6. Arahan teknis dalam permainan
  7. Martabat dan rasa hormat
  8. Rasa humor

Apa yang diharapkan pelatih dari atlit?

  1. Rasa dibutuhkan
  2. Konsisten
  3. Menuruti keinginan
  4. Kemauan untuk berlatih
  5. Bertangung jawab
  6. Komitmen
  7. Dapat dipercaya dan diandalkan
  8. "COACHABLE" (bisa dilatih)

METODE MELATIH BOLA BASKET

  1. Metode Klasikal
  2. Metode Induktif dan Deduktif
  3. Metode Perbagian atau Keseluruhan
  4. Metode Koreksi Langsung/ Tidak Langsung
  5. Metode Verbal dan Demontrasi

KETERAMPILAN DALAM MELATIH BOLA BASKET

  • KNOWING

(Tingkat pertumbuhan, perkembangan dan keterampilan; Tingkat kemampuan fisik, teknik, taktik dan mental; Teori permainan bola basket)

  • ORGANIZING

Otoriter pelatih untuk merencanakan program latihan dalam rangka pengembangan keterampilan

  • OBSERVING

Waktu digunakan untuk mengasah keterampilannya dalam mengamati/mengobservasi latihan yang dilakukan atlit

  • COACHING

Pelatihan yang baik adalah bersifat individu yang mampu menjelaskan, mendemontrasikan, mengoreksi dan memotivasi, memberikan pujian, kritik membangun dan penguatan disaat dibutuhkan

Tujuan/sasaran Pelatih

Setelah kita bentuk tujuan pemain sebagai individu atau tim, kita juga harus melihat diri kita sendiri. Apa yang kita mau capai melalui kepelatihan? Bagi saya target pribadi saya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi tim dan juga untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin.

Saya berhutang itu kepada organisasi dan masyarakat sebagai pelatih. Dari sudut pandang profesi kita, kita mau pemain kita bekerja sebaik mungkin untuk menjadi yang terbaik. Kita perlu untuk terus menambahkan pengetahuan kita melalui:

· Membaca sebanyak-banyaknya buku.

· Menghadiri seminar/penataran dsb.

· Secara sukarela bertukar informasi dengan sesama pelatih.

· Bertanya pada orang yang tepat.

Bertahun-tahun saya lihat dan temui, bahwa Bolabasket dipenuhi dengan orang-orang yang ramah, dan pelatih-pelatih pada jenjang apa saja mau dengan senang hati berbagi pengalaman mereka. Entah anda mendengarkan atau anda yang berbicara, kita akan menjadi pelatih yang lebih baik lagi dengan cara mendiskusikan olahraga yang hebat ini dengan lawan bicara yang bijaksana dan berpengalaman. Semua yang diatas inilah landasan kita, atau setidaknya landasan saya.

Satu Usaha Untuk Menang

Seorang kolumnis olahraga pernah menulis, “bukan kalah atau menang, tapi bagaimana kamu memainkan pertandingan itu.” Perkataan ini banyak benarnya. Itulah sebabnya saya tidak pernah mengatakan sebelum bertanding, “ Ayo kita ambil gim ini dan memenangkannya.” Pertama kali kita main lawan Halim Kediri dan pemain tengah andalan mereka, Jaya Adi Negara dan pemain terbaik Kobatama Arik Prisdiantoro, kita kalah jauh di Surabaya tahun 2002. Tapi kita sudah bermain sebaik mungkin.

Walau kami kalah tapi kita sudah berusaha dan bermain baik, kita tetap punya usaha untuk menang, satu-satunya aspek kemenangan yang saya tekankan. Usaha untuk menang adalah lebih penting dari pada hasil akhir dari gim. Pada pertemuan berikutnya di seri III tahun 2002 di Jakarta, kita mengalahkan Halim (Sejarah Buls pertama kali mengalahkan Halim Kediri.).

Kalau kita ingat-ingat lagi sebuah pertandingan yang sudah lampau dan sadar bahwa kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa. Saat itulah kita tahu kita sudah berusaha untuk menang. Hanya itu yang bisa diharapkan seorang pelatih dari pemainnya, asistennya dan dirinya sendiri. Yang harus dihindari dari seorang pelatih adalah, melihat sukses tidaknya sebuah program dari kalah menangnya saja.

Banyak orang tahu saya gagal mengawinkan gelar turnamen dan kompetisi tahun 2005 untuk Buls. Tapi saya tahu pemain-pemain tim Buls kali ini adalah pemenang yang sesungguhnya. Mereka telah memberikan materi, darah, keringat dan tangis mereka di tahun terakhir saya di Buls. Mereka mau berusaha untuk menang.

Berlatih Saat Kita Bermain

Salah satu dari hukum-hukum kepelatihan adalah, saat berlatih adalah juga saat bertanding. Karena pemain-pemain saya mengikuti anjuran ini, tim kami selalu siap dalam mengikuti setiap pertandingan. Pemain-pemain secara kosekuen memasuki arena dengan kepercayaan diri yang mantap yang menginspirasikan mereka untuk menyelesaikan tugas didepan mata. Mereka mau belajar dari setiap pertandingan yang dimainkan. Dan kesemuanya itu kita dapatkan dilatihan.

Menikmatinya

Pada saat saya katakan bahwa mereka harus bisa menikmati gim, saya selalu coba untuk mengingatkan bahwa Bolabasket hanyalah sebuah permainan, dan bahwa alasan utama mereka berpartisipasi dalam pertandingan ini adalah untuk merasakan kegembiraan pada saat memainkannya.

Namun meraka tak akan dapat menikmati permainan kalau mereka takut kalah, atau berperasaan harus menang bagaimanapun juga. Saya mau pemain saya selalu ingat: bolabasket hanyalah permainan, sudah seharusnya menyenangkan, dan kita dapat bersenang-senang disaat kita bermain semangat dan cerdik. Sangat nikmat!a

Main cerdik

Dengan menekankan permainan cerdik, saya coba supaya setiap pemain bermain dalam serangan tim yang sudah kita latih bersama. Dan juga untuk bermain pada batasan fisik mereka. Untuk saya inilah bagian dari bermain cerdik. Sebagai peraturan dasar, saya tidak mau ada penemu-penemu (pengarang bebas) atau artis di lapangan. Saya katakan pada pemain hanya untuk melakukan permainan dasar saja dan biarkan kesemuanya mengalir.

Saya menggunakan istilah “Kalau”. Kalau situasinya begini, kita akan menyesuaikan dan kalau situasinya begitu juga akan kita sesuaikan. Di Buls main Basket sama dengan main “Kalau”. Jika tim sudah bermain dalam serangan tim dan pada batasan fisiknya, maka anda sudah punya tim yang bermain dengan cerdik.

Main semangat/keras

Ketika saya katakan pada pemain untuk main semangat, saya katakan untuk memberikan segala yang perlu setiap detik di lapangan. Kalau mereka tidak memberi 100% dari mereka, dan berarti mereka tidak mengeluarkan semua kemampuan mereka. Anda tidak bisa mencapai potensi anda tanpa memberi usaha maksimal pada segala sesuatu yang anda lakukan.

Saya selalu bilang bahwa lebih memuaskan Coca-cola botol 1 liter yang penuh daripada botol Coca-cola 1,5 liter yang hanya setengah.

Tujuan/sasaran Tim

Setelah pemain anda sudah menentukan prioritas mereka dan sudah dapat ide kemana arah dan tujuan, dan anda harus menentukan tujuan untuk tim anda. Sasaran dari tim kita sangat sederhana dan tidak pernah berubah.

· Kita akan bermain semangat.

· Kita akan bermain cerdik.

· Menikmati permainan kita.

Pendekatan sebuah tim pada gim akan membawa perbedaan yang sangat mencolok. Sebuah tim dapat masuk ke lapangan dengan tiga cara pandang: Tim A masuk ke lapangan dengan pandangan harus menang dengan cara apapun, yang akan menciptakan tekanan yang sangat berat bagi pemain. Tim seperti ini akan bermain jauh dari kemampuan sesungguhnya. Tim B memasuki pertandingan dengan ketakutan akan kalah. Oleh sebab itu tim ini akan bermain lebih cenderung supaya tidak kalah dari pada menampilkan permainan terbaik mereka.

Ini juga sikap yang tidak sehat yang akan membuat pemain tidak tampil pada atau tidak menampilkan potensi yang sesungguhnya. Tim C masuk lapangan dengan sikap yang saya tekankan: main semangat, main cerdik dan menikmati permainan.

Ini adalah pendekatan yang terbaik karena akan mengangkat usaha maksimal dari semua anggota tim, disamping juga mempersilahkan mereka menikmati tegangnya pertandingan (Dari 11 kemenangan beruntun Buls tahun 2005, 5 gim kita menangkan setelah tertinggal cukup jauh.). Dalam situasi ini pemain tidak terbebani dengan kemenangan dengan segala cara, juga tidak takut akan kalah sebelum bertanding.

Tujuan/sasaran Pemain

Pekerjaan dasar seorang pelatih adalah membantu pemain untuk menentukan urutan prioritas dalam hidup. Di Buls saya selalu menekankan empat hal penting secara urut.

1. Tuhan

2. Keluarga

3. Sekolah

4. Bolabasket

Segala sesuatu yang lain harus sesudah yang diatas ini. Prioritas-prioritas ini merupakan bagian dari falsafah melatih saya yang tidak berubah selama ini. Pemain yang punya urutan prioritas seperti yang diatas ini akan lebih maju dibanding dengan pemain yang punya keterampilan sama tapi tidak punya prioritas ini.

Beri saya selusin pemain dengan prioritas ini tanpa mementingkan jenjang keterampilan, saya akan sangat senang karena saya tahu tim ini akan maju. Berikan contoh dalam menentukan prioritas hidup. Pemain akan sangat memerlukan petunjuk dari pelatihnya.

Menentukan Tujuan/Sasaran

Jika sudah mengembangkan falsafah umum kita, baru kita dapat menentukan tujuan untuk pemain-pemain, tim dan tujuan kita sendiri. Langkah yang paling penting adalah menentukan tujuan untuk pemain-pemain kita. Selalu ingat bahwa gim ini adalah untuk mereka. Dan mereka adalah bagian penting dalam setiap acara.

Betul, adalah pelatih yang memberikan kepemimpinan, tapi adalah pemain yang harus menjadi fokus utama. Bukan pelatih. Disinilah salah satu keuntungan sebuah klub atau organisasi yang mempunyai pelatih mantan pemain.

Mau Belajar

Cari pengetahuan sebanyak mungkin dari pelatih lain. Tapi hanya dengan keinginan untuk belajar saja tidaklah cukup, saya harus lebih ingin lagi untuk belajar.

Ketika saya mengikuti sebuah penataran, pelatih-pelatih datang pada saya dan mereka membagi ilmu mereka, tapi mereka tidak menanyakan apa yang ada di otak saya. Saya sangat menghargai mereka mau berbagi, tapi mereka tidak belajar dari saya dengan menanyakan apa pandangan saya terhadap pemikiran mereka. Ingat, proses belajar terhenti pada saat kita berpikir bahwa kita sudah tahu semua jawabnya.

Dan jangan hanya belajar dari buku dan penataran saja, belajar mendengar apa yang asistenmu lihat di pertandingan juga sangat membantu saya dalam mengembangkan falsafah saya. Untuk itu saya sangat beruntung punya kesempatan bekerjasama dengan asisten pelatih seperti Rahimi di Buls.

Pengaruh Positif

Bertahun sudah saya kembangkan falsafah saya dibawah pengaruh beberapa pelatih yang baik. Perkembangan itu bermula sangat baik dengan pelatih saya di klub Pelita Jaya, Nathaniel Canson (pelatih asal Philippina). Dia pelatih bagus yang menekankan pada fundamental dan komunikasi yang baik dengan pemain-pemainnya.

Membuka dan hampir seperti memperi pencerahan dalam melihat permainan Bolabasket. Sangat mendekati figur ayah. Itu adalah hubungan pertama saya dengan pelatih yang matang, dan dia adalah laki-laki sejati. Tipe orang yang kamu inginkan untuk melatih anak anda.

Saya bertemu dengan beberapa orang yang mempengaruhi saya pada penataran-penataran. Karena rasa hormat saya ke mereka dan kerinduan untuk menjadi pelatih yang terbaik yang saya mampu, saya ambil inisiatif mendekati orang-orang itu untuk mengambil sedikit dari otak mereka dalam rangka meningkatkan kemampuan saya. Saya tidak dikecewakan oleh pengetahuan mereka dan kebaikan mereka.

Dasar Yang Berhubungan Dengan Falsafah

Bagian dari falsafah kita akan terus berkembang mengiringi waktu. Yang berubah terutama adalah bagian taktik bersamaan dengan berubahnya orang-orang disekitarmu juga berubahnya gim itu sendiri (Misalnya dengan berubahnya peraturan jump ball.).Tapi ada satu nada yang tidak akan berubah yaitu dasar falsafah. Banyak dasar-dasar Bolabasket yang termasuk dalam dasar falsafah, seperti bagaimana menembak yang benar, posisi bertahan yang baik, cara menjaga kondisi yang seharusnya.

Dan yang paling penting lagi adalah sistem nilai-nilai pelatih. Apa yang kita tekankan—menang dalam bola basket atau menang dalam hidup? Prioritas mana yang anda dahulukan berhubung dengan pemain-pemain anda sebagai masyarakat, dan bukan hanya sebagai pemain Basket.

Mengartikan Falsafah Anda

Sebuah standar melatih didapatkan pada berbagai hal dan melalui waktu yang bertahun-tahun, dimulai dengan pengalaman pribadi saya sebagai pemain. Kita sudah mulai membentuknya sejak pertama kali memegang bola basket. Dan bertumbuh seraya kita menyaksikan pertandingan secara langsung atau melalui TV.

Dan itu terus berkembang seiring dengan saya belajar mengenal gim ini dan bagaimana caranya bekerjasama dengan pemain-pemain. Untuk meyakinkan falsafah yang kita kembangkan adalah sesuatu yang baik, amati pendekatan yang dilalukan pelatih-pelatih yang lebih senior.

Bicara dengan mereka (Walau hanya melaui internet messenger kalau mereka adalah pelatih-pelatih dari luar negeri.), baca buku mereka dan hadiri klinik mereka (Sampai hari ini menghadiri klinik pelatih-pelatih luar masih menjadi impian saya.). Dan penataran-penataran basket (walau di negara ini sangat minim) sangat penting untuk perkembangan kita sebagai pelatih.

Jadi apakah falsafah itu? Pada saat belajar sebagai pemain, informasi yang kita dapat melalui pengamatan pertandingan, pelajaran yang kamu dapat melalui membaca, dan ide yang anda dapat dari mendengarkan dan juga bertanya pada penataran lalu kita tambahkan dengan kepribadian sendiri, kita sudah dapat semua racikan yang diperlukan bagi falsafah masing-masing kita sendiri.

Tetapi jangan salah, dengan bertambahnya pengalaman bermain, pengamatan, membaca dan mendengar tidak menjamin bahwa kita akan punya satu falsafah yang lebih baik. Kualitas dari pengalaman-pengalaman dan bagaimana kita menerapkannya juga sama pentingnya dalam menentukan keberhasilan kita. Malahan inilah esensi dari semua pekerjaan di dunia ini.

Mengembangkan Falsafah Pelatihan Bolabasket

Tidak ada pekerjaan yang lebih memuaskan dari bekerja dengan orang muda di lapangan basket, seperti yang sudah saya nikmati di sebentarnya 4 tahun terakhir pada Buls Basketball di Bulungan, Jakarta Selatan. Saya tahu tidak ada uang di dunia ini yang bisa membayar pengalaman yang saya dapat kemarin. Memang ini yang saya inginkan, belajar untuk selalu bertumbuh-kembang. Dibawah ini adalah pandangan yang saya adopsikan dari Morgan Wooten.

Langkah pertama dan mungkin yang paling penting untuk menjadi manusia, suami, ayah, pegawai kantor atau pelatih Bolabasket adalah mengembangkan sebuah sudut pandang. Bagaimana kita melihat dan menilai banyak hal – sangat berhubungan langsung dengan keyakinan kita terhadap Bolabasket, perkawinan, pekerjaan atau lebih lagi terhadap hidup itu sendiri.

Tanpa filosofi kita akan kekurangan peta dan kehilangan arah yang dibutuhkan untuk mencapai target. Ini berlaku pada semua bidang yang kita ambil dalam hidup. Tentu akan lebih mudah lagi kalau kita percaya Tuhan.

Tim-tim yang Dominan

Iseng-iseng kita tengok sebentar ke lima tahun terakhir liga Bolabasket teratas Indonesia. Kalau saya tidak salah hanya ada 2 nama tim yang mereguk nikmatnya menjadi juara Nasional. Dan saya tahu bahwa pemain-pemain dari 2 tim inilah yang mendominasi tim Nasional negara kita. Tak perlu menjadi jenius untuk memprediksikan tim mana yang akan menjadi finalis tiap tahunnya.

Sampai sini pertanyaan timbul, apa penggemar Bolabasket kita tidak bosan? Mungkinkah tim lainnya tidak punya mimpi untuk masuk final dan menjuarai liga? Juga seberapa dalam anggaran yang harus dirogoh pemilik klub untuk mengumpulkan pemain kelas Nasional, hari gini? Atau apakah si individu pemain tidak mau meningkatkan penampilan rata-ratanya dengan memilih klub yang pantas? Tidak berarti pemain harus bergabung dengan klub papan atas yang sudah pasti menang di atas kertas bukan?

Dampak Ringelmann

Penurunan penampilan rata-rata individu pasti terjadi apabila jumlah anggota kelompok meningkat. Ringelmann, seorang psikolog asal Jerman telah membuktikan itu. Semakin banyak anggota kelompok, semakin menurun pula penampilan rata-rata individu didalamnya. Atau lebih rinci lagi dalam tim-tim IBL, penambahan pemain bintang dalam sebuah tim akan menurunkan penampilan rata-rata individu tim tersebut.

Alhasil misalkan 4 pemain Bolabasket kelas Nasional bermain pada satu tim yang sama, akan menurunkan penampilan rata-rata mereka. Sebaliknya bila 4 pemain kelas Nasional itu bermain di 4 tim yang berbeda tentunya akan jauh lebih baik lagi penampilan rata-rata mereka. Lebih lagi bukan hanya satu tim saja yang meningkat prestasinya, tapi ada 4 tim yang terangkat penampilannya dari segala hal (tehnik, strategi, pemasaran klub dsb.)

Dampak Ringelmann di Bolabasket Indonesia

Bolabasket pasti dimulai oleh lima orang dalam satu tim, tapi dibutuhkan lebih banyak lagi pemain untuk mengakhiri sebuah pertandingan. Hingga dibutuhkan kerjasama bukan hanya pada lima orang pemain saja melainkan lebih dari itu. Kegagalan sebuah organisasi dalam membentuk tim Bolabasket yang solid akan berakibat fatal. Pelatih dan menejer bertanggung jawab langsung akan hal ini. Semakin banyak pemain yang terlibat akan semakin banyak lagi faktor yang harus dicermati, menarik sekali! Belum lagi tidak semua pemain akan memberikan 100% usahanya.

Sejarah Permainan Bola Basket

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.

Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu. Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.
Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.
1. Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
2. Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
3. Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
4. Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
5. Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
6. Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
7. Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
8. Tahun 1932 : Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)
9. Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
10. Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
11. Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
12. Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.
Perkembangan Bola Basket di Indonesia
Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.

Mengenal Permainan Bola Basket
Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.
Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan.
Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting).
Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan.

Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan.
Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.
Ketentuan bermain dan bertanding.
Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.
Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain.
Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.
Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan
Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :
1. Bola Basket
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.
2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
3. Lapangan
3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
3.2. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).
3.3. Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.