Pages

Menentukan Tujuan/Sasaran

Jika sudah mengembangkan falsafah umum kita, baru kita dapat menentukan tujuan untuk pemain-pemain, tim dan tujuan kita sendiri. Langkah yang paling penting adalah menentukan tujuan untuk pemain-pemain kita. Selalu ingat bahwa gim ini adalah untuk mereka. Dan mereka adalah bagian penting dalam setiap acara.

Betul, adalah pelatih yang memberikan kepemimpinan, tapi adalah pemain yang harus menjadi fokus utama. Bukan pelatih. Disinilah salah satu keuntungan sebuah klub atau organisasi yang mempunyai pelatih mantan pemain.

Mau Belajar

Cari pengetahuan sebanyak mungkin dari pelatih lain. Tapi hanya dengan keinginan untuk belajar saja tidaklah cukup, saya harus lebih ingin lagi untuk belajar.

Ketika saya mengikuti sebuah penataran, pelatih-pelatih datang pada saya dan mereka membagi ilmu mereka, tapi mereka tidak menanyakan apa yang ada di otak saya. Saya sangat menghargai mereka mau berbagi, tapi mereka tidak belajar dari saya dengan menanyakan apa pandangan saya terhadap pemikiran mereka. Ingat, proses belajar terhenti pada saat kita berpikir bahwa kita sudah tahu semua jawabnya.

Dan jangan hanya belajar dari buku dan penataran saja, belajar mendengar apa yang asistenmu lihat di pertandingan juga sangat membantu saya dalam mengembangkan falsafah saya. Untuk itu saya sangat beruntung punya kesempatan bekerjasama dengan asisten pelatih seperti Rahimi di Buls.

Pengaruh Positif

Bertahun sudah saya kembangkan falsafah saya dibawah pengaruh beberapa pelatih yang baik. Perkembangan itu bermula sangat baik dengan pelatih saya di klub Pelita Jaya, Nathaniel Canson (pelatih asal Philippina). Dia pelatih bagus yang menekankan pada fundamental dan komunikasi yang baik dengan pemain-pemainnya.

Membuka dan hampir seperti memperi pencerahan dalam melihat permainan Bolabasket. Sangat mendekati figur ayah. Itu adalah hubungan pertama saya dengan pelatih yang matang, dan dia adalah laki-laki sejati. Tipe orang yang kamu inginkan untuk melatih anak anda.

Saya bertemu dengan beberapa orang yang mempengaruhi saya pada penataran-penataran. Karena rasa hormat saya ke mereka dan kerinduan untuk menjadi pelatih yang terbaik yang saya mampu, saya ambil inisiatif mendekati orang-orang itu untuk mengambil sedikit dari otak mereka dalam rangka meningkatkan kemampuan saya. Saya tidak dikecewakan oleh pengetahuan mereka dan kebaikan mereka.

Dasar Yang Berhubungan Dengan Falsafah

Bagian dari falsafah kita akan terus berkembang mengiringi waktu. Yang berubah terutama adalah bagian taktik bersamaan dengan berubahnya orang-orang disekitarmu juga berubahnya gim itu sendiri (Misalnya dengan berubahnya peraturan jump ball.).Tapi ada satu nada yang tidak akan berubah yaitu dasar falsafah. Banyak dasar-dasar Bolabasket yang termasuk dalam dasar falsafah, seperti bagaimana menembak yang benar, posisi bertahan yang baik, cara menjaga kondisi yang seharusnya.

Dan yang paling penting lagi adalah sistem nilai-nilai pelatih. Apa yang kita tekankan—menang dalam bola basket atau menang dalam hidup? Prioritas mana yang anda dahulukan berhubung dengan pemain-pemain anda sebagai masyarakat, dan bukan hanya sebagai pemain Basket.

Mengartikan Falsafah Anda

Sebuah standar melatih didapatkan pada berbagai hal dan melalui waktu yang bertahun-tahun, dimulai dengan pengalaman pribadi saya sebagai pemain. Kita sudah mulai membentuknya sejak pertama kali memegang bola basket. Dan bertumbuh seraya kita menyaksikan pertandingan secara langsung atau melalui TV.

Dan itu terus berkembang seiring dengan saya belajar mengenal gim ini dan bagaimana caranya bekerjasama dengan pemain-pemain. Untuk meyakinkan falsafah yang kita kembangkan adalah sesuatu yang baik, amati pendekatan yang dilalukan pelatih-pelatih yang lebih senior.

Bicara dengan mereka (Walau hanya melaui internet messenger kalau mereka adalah pelatih-pelatih dari luar negeri.), baca buku mereka dan hadiri klinik mereka (Sampai hari ini menghadiri klinik pelatih-pelatih luar masih menjadi impian saya.). Dan penataran-penataran basket (walau di negara ini sangat minim) sangat penting untuk perkembangan kita sebagai pelatih.

Jadi apakah falsafah itu? Pada saat belajar sebagai pemain, informasi yang kita dapat melalui pengamatan pertandingan, pelajaran yang kamu dapat melalui membaca, dan ide yang anda dapat dari mendengarkan dan juga bertanya pada penataran lalu kita tambahkan dengan kepribadian sendiri, kita sudah dapat semua racikan yang diperlukan bagi falsafah masing-masing kita sendiri.

Tetapi jangan salah, dengan bertambahnya pengalaman bermain, pengamatan, membaca dan mendengar tidak menjamin bahwa kita akan punya satu falsafah yang lebih baik. Kualitas dari pengalaman-pengalaman dan bagaimana kita menerapkannya juga sama pentingnya dalam menentukan keberhasilan kita. Malahan inilah esensi dari semua pekerjaan di dunia ini.