Pages

Tentang Bolabasket dan Saya

Bolabasket adalah…

Semua masyarakat penggemar cabang Olahraga Bolabasket tidak ada yang lebih menarik atau lebih hebat dari Bolabasket itu sendiri. Banyak sekali yang bisa didapat dengan mengamati, melihat, melakukan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Olahraga dan khususnya cabang olahraga Bolabasket . Kesehatan, bersenang-senang, dan penampilan fisik yang baik adalah merupakan komponen dari Olahraga Bolabasket. Belum lagi esensi dari Olahraga Bolabasket, membiasakan dan meningkatkan disiplin diri. Dari kalimat terakhir yang disebut barusan akan sangat terasa dampaknya pada rentang waktu yang lebih panjang lagi. Imbas positif ini bukan hanya dapat dinikmati oleh individu pelakunya, tapi lebih lagi dapat berimbas baik sekali untuk masyarakat bannyak dan bangsa kita. Klise-nya alinea ini karena memang sudah banyak ditulis, diucap dan dibesar-besarkan di masyarakat kita. Tapi memang ini yang saya temui, yang saya dengar, yang saya lihat dan saya percaya walaupun belum berhasil dengan usahanya.

Tentang aku…

Bersyukur saya dibesarkan dikeluarga yang senang terhadap dunia Olahraga, dengan ini saya di beri kemudahan tersendiri untuk belajar banyak tentang Bolabasket. Ayah saya adalah bekerja sebagai karyawan Bank di Kota Magetan, awal masuknya ayah saya ke Bank juga karena Olahraga, tapi bukan Bolabasket melainkan Bola Voli. Tetapi ayah saya juga menggemari Olahraga Bolabasket. Semenjak kecil ayah saya sudah mengenalkan saya dengan Bolabasket, karena setiap sore saya di ajak ke lapangan untuk menonton ayah saya bermain Bolabasket. Sejak saat itu saya tertarik dengan Olahraga Bolabasket walaupun saya sebagai penonton dan penikmat saja.

Saat menginjak sekolah lanjutan pertama, saya baru benar-benar menjadi pelaku Bolabasket. Bergabung dengan klub kecil yang ada di Kota Magetan mengasah saya menjadi pemain yang baik dan terampil, tetapi juga menjadi anak muda yang mempunyai arah dan tujuan yang jelas.

Bermain membela nama Sekolah merupakan pengelaman pertama yang saya dapat. Selain membela nama sekolah, saya bermain membela Kota Magetan dalam Pekan Olahraga anatar Daerah (POPDA). Selain itu saya juga bermain membela kulb dalam kejurda Divisi II. Dari mengikuti kejuaraan-kejuaran tersebut saya mendapatkan wawasan yang luas tentang Bolabasket. Setelah tamat Sekolah Menengah Akhir saya melanjutkan sekolah mengambila jurusan Olahraga di UNESA. Awalmulanya saya berangan-angan untuk mengasah keahlian saya di Ibu Kota Jawa Timur, tetapi angan-angan tersebut sirna, persaingan di Kota lebih ketat dan banyak pemain-pemain yang keterampilannya melebihi saya. Ini juga yang menjadi alasan kenapa saya cepat-cepat berhenti bermain saat saya masih bisa berkompetisi.

Cita-cita saya saat ini adalah ingin mempercepat berkembangnya Bolabasket di Magetan dan di Indonesia. Niat Pribadi mau menggunakan apa yang sudah saya dapat dari 11 tahun sebagai pemain Bolabasket untuk dikembalikan lagi pada cabang ini dan lebih lagi pada masyarakat kita. Akan dasar ini saya menjadi pelatih Bolabasket.

Pengalaman yang baru 2 tahun menjadi pelatih di kompetisi antar daerah membuat saya lebih terpacu lagi untuk menjalankan dan terus menikmati apa yang saya pikir mau dan mampu lakukan. Walau dalam perjalanan pendek ini saja tidak sedikit juga orang yang sudah melihat saya sebagai orang yang terlalu mikir, terlalu muluk, perfeksionis dan ada juga yang menyebut saya idealis. Sekarang ini saya ingin belajar dan mencari pengalaman yang se-banyak-banyaknya untuk menjadi pelatih Bolabasket yang lebih baik lagi.

Pelatih Bolabasket Indonesia…

Sejak masih menjadi pemain Basket sampai sekarang ini, banyak sekali saya melihat pelatih atau pembina yang seolah menganggap terlalu ringan semua beban peran dan tanggung jawab profesi ini. seolah yang terlihat hanya kemenangan atau kekalahan yang di depan mata saja. Banyak yang memandang sebelah mata sebuah usaha persiapan dan sebagainya. Buat saya ini semua tidak harus terjadi.

Sisa tiga menit saat sebuah tim yang bermain di 4 besar IBL tahun 2005 tertinggal hanya tidak lebih dari 9 angka, sang pelatih sudah duduk manis tanpa berbuat sesuatu untuk membalikkan keadaan. Terlepas saat itu setelah kita berusaha tapi kalah juga, tetap saja tugas kita adalah melatih saat kalah ataupun menang. Tanpa harus menunjuk pada sisa enam menit perempat akhir pertandingan Final IBL 2006.

Entah sebuah tim tertinggal jauh ataupun menang jauh, lagi-lagi tetap saja saat itu kita bukan penonton yang bisa selalu duduk tenang tanpa berbuat sesuatu. Saat seperti itu adalah saat yang paling baik untuk tim mendapatkan pengalaman di saat genting di seri 4 besar, dan memang kekalahan belum tentu menjadi milik kita kalau kita tetap terus berusaha sesuai logika waktu yang tersisa.

Ada juga pelatih yang sama sekali tidak mengindahkan etika dan sportivitas. Di sebuah pertandingan penyisihan Kobatama tahun 2004, seorang pelatih meneriakkan kata-kata yang sama sekali tidak pantas diucapkan sebagai pelatih Bolabasket. “Pukul saja, saya nanti yang tanggung jawab!” Katanya sambil menunjuk-nunjuk dadanya.

Belum lagi pelatih yang membiarkan pemainnya masuk kelapangan yang sedang dipakai berlatih oleh tim lain pada jam berlatih sebelum timnya berlatih. Ada lagi pelatih yang tidur saat timnya berlatih dan masih banyak lagi. Semua yang kurang-kurang barusan sama sekali tidak mengangkat profesi ini ke jenjang selanjutnya. Apalagi bisa mengangkat prestasi timnya.

Hingga disuatu titik saya berpikir bahwa kita pelatih-pelatih di Indonesia ini bukannya tidak mampu, tapi kurang serius menjalankan profesinya. Itupun masih dibagi lagi pada dua kelompok (atau masih ada 263 kelompok lainnya lagi.). Ada yang kurang serius karena menganggap profesi ini sebagai sampingan dan hanya penambah pemasukan dari sisi keuangan, dan ada juga yang memang tidak serius dan lagi kemampuannya terbatas padahal profesi ini satu-satunya mata pencahariannya.

Dari semua yang diatas ini tetap saya yakin tidak sedikit juga yang benar-benar mampu, serius dan tulus dalam menjalankan profesinya. Ini juga yang menjadi salah satu faktor kenapa Bolabasket Indonesia masih ada.

Idealisme Bukan Tidak Mungking…
Sulit untuk saya percaya kalau idealnya profesi ini tidak bisa dijalankan dengan baik. Yang kita para pelatih perlu hanyalah usaha sepenuhnya sesuai dengan kapasitas dan deskripsi pekerjaan.

Bukannya tidak mungkin kan kalau jual beli pemain dalam suatu tim harus sesuai dengan standar pelatih? Mengapa harus pemilik yang membeli pemain sekuat koceknya? Apakah pemilik pasti tahu kebutuhan tim sesuai dengan sistem bermain si pelatih? Sedemikian mandulkah pelatih kita hingga dia harus didukung dengan tim yang bermaterikan pemain level nasional lebih dari 4 orang, sementara tim lain ada yang sama sekali tidak punya materi pemain kelas nasional?

Saya pikir pasti pelatih-pelatih juga tidak terlalu ingin dimanjakan dengan materi pemain. Karena saya juga yakin, pelatih klub-klub Bolabasket di Indonesia mampu mencetak sendiri pemain atau tim yang menangan.

Idealnya di Indonesia, (paling tidak, menurut saya..) selain menejer, pelatihlah yang menjadi salah satu fokus utamanya bagi pemilik klub. Lalu kenapa bukan pemain? Karena penonton datang ke pertandingan Basket bukan melulu untuk melihat satu-dua pemain berlaga, tapi untuk melihat pertandingan Bolabasket. Cantik atau tidaknya sebuah tim bermain, kecepatannya, kerjasamanya atau seru atau tidaknya sebuah pertandingan.

Kalaupun ada banyak orang datang karena ingin melihat satu–dua “Pemain Bintangnya Indonesia”, itupun ternyata kurang cukup banyak untuk mengangkat liga kita sampai pada titik menguntungkan bagi klub atau pemilik klub. Padahal tengok berapa banyak anggaran yang terkuras untuk menarik seorang “Pemain Bintangnya Indonesia” masuk ke dalam satu klub.

Saya tahu sebuah klub Divisi I yang sudah membeli banyak pemain dan menggajinya tapi sampai hari ini selalu gagal untuk terbang dan masuk ke jenjang berikutnya. Malah ada yang sudah bubar. Atau lagi sebuah tim bukannya membangun sebuah tim melainkan membeli beberapa pemain kelas wahid sekaligus, namun gagal masuk final kompetisinya tahun 2006.

Apakah tidak mungkin kalau Bolabasket Tanah Air kita ini tetap menjunjung tinggi pembinaan, pembentukan karakter, disiplin, pendidikan dan sebagainya? Pelatih yang harus memulai penekanan akan hal-hal tersebut. Ideal hanya sejauh mau atau tidak mau saja.

Lagian dimana posisi Bolabasket kita di Internasional sekarang? Pada rentang waktu yang sedikit lebih panjang klub-klub IBL dan Kobatama pasti akan diuntungkan. Di Indonesia sekarang ini saya pilih Pelatih, menejer baru kemudian pilih pemain.

Kerja Sama...

Bukan pelatih terus seenaknya bekerja sendiri tanpa perlu bantuan oleh elemen di tim. Atau sukses tidaknya sebuah tim hanya di tentukan oleh pelatih semata. Melainkan diperlukannya kemampuan kerja sama di antara semua dalam sebuah tim tersebut.

Ketidakmampuan pelatih bekerja sama dengan menejer, pengurus dan lain-lain akan tercermin pada pola permainan timnya. Saya kira tidak ada pelatih cabang Olahraga beregu yang tidak punya kemampuan bekerja sama. Pelatih membutuhkan dukungan dari banyak pihak didalam dan diluar klubnya.

Orientasi Hasil...

Banyak klub pasti banyak pula tujuan masing-masing. Ada yang hanya untuk senang-senang membangun klub, dan ada yang ingin benar-benar membina masyarakat kita melalui Olahraga atau ada juga yang mungkin mengejar keuntungan secara finansial. Uang dan pembinaan kedepan atau apapun itu tujuan klub atau pemilik yang positif, dapat dicapai dengan semua yang saya coba uraikan diatas dari sisi profesi.

Pasti! Kalau kurang percaya silahkan saja lihat kembali sejarah negara yang tradisi Bolabasketnya mendominasi dunia. Walau sudah Pro dan menjadikan pemain kaya raya, mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Olahraga dan Bolabasket.

Setiap bagian cabang Bolabasket Indonesia harus mau memulainya. Siapa lagi kalau bukan kita (terutama pelatih) sendiri yang meletakkan nilai-nilai itu semua? Saya hanya berusaha menjadi manusia sebenarnya dengan semua keaslian dirinya, walau tidak seasli yang diciptakan komunitas Bolabasket Indonesia..

Salam Olahraga....!!!!!

All About Basketball Fundamental

3 Dasar Dalam Permainan Bola Basket :
Dribble.... Pass, dan Shoot....

Dribbling, merupakan hal yang sangat menentukan dalam perkembangan kemajuan dari pemain basket, karena jika seorang pemain basket telah memiliki kemampuan ball-handling yang baik pasti akan lebih mudah untuk dilatih berbagai variasi latihan ataupun strategi. "Klo pemain basket ga bs bawa bola, gimana mau poin, gimana mau nyerang??" Oleh karena itu, dalam posting berikutnya, saya akan membahas mengenai dribble beserta video yang mendukung. Karena pada dasarnya dari artikel saya ini, saya ingin lebih menyadarkan betapa pentingnya latihan dasar dribble yg sering kali kurang ditekankan oleh pelatih maupun para pemain itu sendiri, yg mungkin jika saya amati hal tersebut dikarenakan terlalu fokusnya program latihan berdasarkan posisi masing2 pemain ataupun tinggi badan. Selama mengenal basket di Indonesia, saya seringkali mendengar perkataan seperti ini (terutama untuk anak SMP, SMA, bahkan mahasiswa) : "Center ga boleh kluar2 garis three-point, ga boleh bawa bola kelamaan, harus jago post-up, harus ahli underbasket" atau "playmaker harus lebih jago dribble dari center, ga perlu terlalu fokus latihan underbasket" itulah mungkin yang biasa Anda dengar juga mengenai mitos yang sangat salah dalam dasar basket. Saya harap posting saya yang berikutnya akan dapat membantu kita semua dalam menyadarkan betapa pentingnya dasar2 yang benar dan kuat.

Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble. Melalui artikel ini pula saya akan berusaha menyadarkan para pemain basket dengan cara mengungkapkan pentingya passing melalui penjelasan serba-serbi mengenai passing (latihan dasar, jenis, dan tips melakukan) yang sering kali dianggap remeh.

Shooting, dalam basket memiliki banyak variasi / jenisnya (set-shoot, jump shoot, bank shoot, lay-up, fade away,dll) yang semuanya adalah memiliki satu tujuan : POINT....Dalam posting2 yg berikutnya saya akan membahas satu per satu jenis shoot tersebut dan bagaimana melakukannya (namun tidak dalam waktu dekat, karena saya akan terlebih dahulu ingin menyampaikan mengenai fundamental dan variasi jenis latihan dribble) Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble.

Fondasi Yang kuat Adalah Awal Dari Segalanya
Tanpa dasar yang kuat suatu rumah tentunya akan
relatif lebih mudah untuk roboh, dan juga akan lebih sulit untuk dikembangkan menjadi suatu rumah yang lebih megah/besar. Begitu pula halnya dengan segala hal di dunia ini pastilah membutuhkan suatu dasar yang kuat dan benar untuk dapat terus bertahan dan dapat berkembang dengan baik, termasuk juga dalam hal olahraga Bola Basket.

Tanpa dibangunya latihan dasar yang kuat & benar dalam basket, seorang pemain basket akan sulit berkembang dalam mencapai potensi terbaiknya, hal tersebut dapat dikarenakan kurangnya penekanan didik dari pelatih mengenai pentingnya latihan dasar, maupun kurangnya pengetahuan pemain mengenai pentingnya ataupun variasi latihan dasar yang diperlukan untuk meningkatkan skill dalam basket.

Artikel ini dibuat dengan maksud penulis ingin membagi semua pengetahuan yang diketahui penulis untuk meningkatkan skill dasar yang seringkali tidak disadari oleh pemain basket (khususnya bagi pemula). Dalam artikel ini pada awalnya akan ditekankan terlebih dahulu mengenai pentingnya latihan dasar Dribble, yang akan disajikan dalam bentuk video maupun artikel2 pendukungnya.

Namun karena terbatasnya waktu penulis (dan kurangnya jam terbang dalam hal pembuatan blog =>), maka saya akan terus meng-update artikel ini secara bertahap. Dan diharapkan dengan artikel ini bisa membantu para Basketball Lovers di Indonesia secara khusus.

Menentukan Filosofi Kepelatihan Anda Tentang Permainan Bola Basket

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang harus anda pikirkan jawabannya dan diharapkan dapat membantu anda dalam menentukan filsafat yang anda anut dalam permainan bola basket

  • Apakah anda ingin melakukan fast break? Jika "ya" anda akan melakukannya setelah tembakan gagal atau bola masuk? Apakah anda mempunyai fast break yang diawali dari free-throw? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai dengan keinginan anda (dalam fast break)
  • Apa metode anda dalam memecahka half-court man to man defense? Apakan anda akan menggunakan beragam system offense? Apakah anda akan mmecahkan dengan pola/patren atau motion offense? Apakah anda berorientasi permainan inside atau outside/three pointer? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam half court man to man defense)
  • Apa medode anda dalam memecahkan half court zone defense? Apakah anda akan menekankan pemain untuk menyerang zona yang kosong atau menekankan pada dribble penetration? Apakah akan memutar bola dengan memperbanyak passing untuk mencari peluang didalam/inside atau tembakan luar/outside shoot? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam half court zone offense)
  • Apa metode anda dalam memecahkan full court press defense? Apa yang akan anda gunakan untuk memecahkan full court man to man press defense? Apa yang anda lakukan untuk memecahkan full court zone press defense? Apakah anda akan mencoba untuk langsung membuat skor atau tujuan anda hanya memecahkan press defense tersebut dan melanjutkannya dengan half court offense? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam full court press offense)
  • Apakah anda akan menerapkan berbagai macam half court defense? Apakah anda akan menggunakan man to man defense atau zone defense? Sejauh mana anda ingin memantapkan half court defense tim anda? Bagaimana anda melakukan penjagaan bola pada low post atau outside player? Kemana anda akan mengarahkan bola?
  • Apakah anda akan menggunakan full court defense? Apakah anda akan menggunakan press defense? Apakah anda menggunakan man to man press defense atau zone press defense? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisnya masing-masing sesuai keinginan anda (dalam press defense)
  • Bagaimana dengan delay offense (usaha untuk memperlambat offense) ? dan special play (pola/pattern tertentu) Apakah anda sudah mempersiapkannya? Jika "ya" apakah anda akan menggunakan lebar lapangan atau sekedar menghabiskan shot clock? Apakah anda mempersiapkan pola/pattern untuk detik-detik terakhir? Apa yang harus dipelajari setiap pemain pada posisinya masing-masing sesuai keinginan anda?
  • Bagaimana dengan special situations? Apakah yang anda gunakan saat inbound pass dari under basket dan dari sideline? Apakah anda ingin langsung membuat skor atau sekedar mengamankan inbound pass tersebut dan melanjutkannya dengan half court offense? Apa yang anda lakukan pada situasi jump ball?

Daftar pertanyaan diatas tersebut memang belum lengkap seluruhnya, akan tetapi dharapkan cukup membantu dan mengarahkan filsafat anda tentang permainan bola basket dan tipe permainan yang bagaimana yang akan anda terapkan pada tim anda. Anda dapat memberikan daftar pertanyaan lain yang menurut anda perlu untuk mengembangkan permainan bola basket sehingga dapat memperkaya dan menguatkan filsafat anda tentang permainan bola basket.

Filosofi Defense Dalam Permainan Bola Basket

"Offense can make you win the game, but defense can make you be the champion"

Dari kalimat tersebut dapat kita bayangkan betapa pentingnya defense dalam bola basket. Sehingga seorang pelatih sangat dituntut menguasai taktik defense bagi timnya. Dalam melakukan set defense, seorang pelatih seharusnya dapat melakukannya sesuai filosofi defense yang dimilikinya,

  1. Apa yang dimaksud defense?
  2. Apa tujuan defense yang dilakukan?
  3. Apa standar defense yang ingin dilakukan?

Lalu dengan itu seorang pelatih baru dapat merencanakan bagaimana seharusnya defense itu dilakukan dan itu semua diberikan pada programlatihan yang akan diberikan.

Filosofi defense setiap pelatih boleh saja berbeda, atau sama dengan yang lainnya, namun hal itu tidak menjadikan sebeuah defense dianggap terbaik dibanding defense yang lainnya. Hal-hal yang dapat membedakan sebuah defense antara lain

  1. Materi pemain,
  2. Kemampuan/keterampilan pemain individu pemain,
  3. Kejelian pelatih dalam merancang,
  4. Memberikan dan mengoreksi sebuah defense

Dalam merancang sebuah defense, selain disesuaikan dengan filosofi defense pelatih, juga tidak tertutup kemungkinan harus melihat materi pemain yang ada, jika materi pemain yang ada tidak mencukupi kubutuhan atas filosofi yang diyakini oleh pelatih, dapat saja pelatih tersebut malakukan sedikit perubahan terhadap defense yang akan diberikan selanjutnya tahap demi tahap pelatih tersebut melakukan dasar-dasar untuk melakukan defense yang diinginkannya.

Jean Pierre Balduin, insturktur IOC yang pernah memberikan penataran pelatih di Indonesia pernah mengatakan, "tidak ada defense yang paling baik, yang ada hanyalah defense yang berguna untuk sebuah tim". Hal ini seharusnya mengingatkan setiap pelatih untuk merancang pola defense yang sesuai dengan apa yang dimiliki dan diperlukan oleh timnya. Namun tidak tertutup kemungkinan seorang pelatih meniru defense yang dilakukan sebuah tim, namun haruslah dilakukan beberapa modifikasi (dengan melakukan pengurangan atau penambahan atau penempatan pemain) untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau materi pemain yang dimilikinya.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan filosofi defense, dibutuhkan banyak factor antara lain :

  1. Kemampuan fisik yang bagus
  2. Kemampuan motorik yang baik, terutama olah kaki dan koordinasi
  3. Kemampuan membaca permainan lawan (visi)
  4. Kemampuan mental / psikologis yang baik, sehingga tidak mudah diintimidasi lawan dan pantang menyerah

"Defense yang telihat baik dimainkan oleh sebuah tim, belum tentu dapat dimainkan dengan sama baiknya oleh tim yang lain"

Hal yang harus diperhatikan dalam melatih defense

  1. Bagaimana pelatih dapat memantau dan mengoreksi kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh individu atau tim
  2. Melatih defense membutuhkan waktu dan kesabaran. Hal ini disebabkan latihan defense sangat kompleks dan umumnya dianggap atlit bukan hal yang menyenangkan
  3. Dibutuhkan kematangan psikologis seorang pelatih dalam melatih defense, dimana dari hal tersebut diharapkan dapat mentransfer pengetahuan bahwa latihan defense juga bisa menyenangkan serta kesabaran pelatih dalam melatih defense
  4. Tidak semua set defense dapat diterapkan melawan tim berbeda. Oleh karena itu pemain harus dibekali dengan berbagai macam defense
  5. Sebuah set defense yang dapat dimainkan dengan baik oleh salah satu tim, belum tentu dapat dimainkan dengan kualitas yang sama baiknya oleh tim yang lainnya.
  6. Sebuah set defense harus memperhatikan materi pemain yang dimiliki dan lawan yang akan dihadapi

Falsafah Dasar Bola Basket

1. BOLA BASKET SEBAGAI OLAHRAGA YANG MEMUNGKINKAN TERJADINYA PERSINGGUNGAN TUBUH (BODY CONTACT)

TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIPERSIAPKA

  • Mempersiapkan fisik dan mental atlit dalam menghadapi kemungkinan persinggungan tubuh dalam permainan.
  • Mengeliminir hal-hal yang dapat mengakibatkan cedera.
  • Menyamakan persepsi antara pelatih, pemain dan wasit tentang persinggungan tubuh yang sah dan yang tidak sah.

2. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN YANG CEPAT DAN DINAMIS

  • CEPAT

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam permainan dimana terjadi dalam waktu yang sangat singkat, seperti penguasaan bola, perubahan angka, perubahan susunan pemain (baik lawan maupun tim sendiri), perubahan irama bermain lawan (akibat defense ataupun offense lawan), dsb.

  • DINAMIS

Dimana selalu terjadi perubahan-perubahan baik di dalam maupun di luar lapangan. Perubahan di luar lapangan seperti perubahan peraturan, perubahan jadwal pertandingan, perubahan tempat pertandingan, dsb.

3. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN BEREGU

TIGA HAL PENTING YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEBUAH TIM

  • Kolektifitas tinggi menjadikan tim lebih baik.
  • Pembagian tugas = Tanggung jawab.
  • Tidak ada pemain “yang paling berjasa” dalam tim.

4. BOLA BASKET SEBAGAI PERMAINAN YANG DAPAT DIMAINKAN DENGAN PERASAAN SENANG (ENJOYABLE)

DUA HAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI PENAMPILAN ATLIT :

  • FAKTOR POSITIF

o Tanamkan rasa bangga dan rasa percaya.

o Pemain diharapkan mampu menikmati setiap gerakan yang dilakukan.

  • FAKTOR NEGATIF

o Tuntutan yang tinggi (dari pelatih, teman, penonton, orang tua dan dirinya) menjadikan atlit tidak dapat melakukan penampilan terbaiknya dan dapat mengakibatkan atlit menghalalkan segala cara untuk memenuhi tuntutan tersebut.