Belajar bermain basket adalah banyak kerja keras. Salah satu hal yang paling dasar pemain harus belajar adalah menggiring bola. Menggiring bola adalah tindakan terus-menerus memantulkan bola dengan satu tangan dalam gerakan berulang-ulang yang berakhir ketika kontinuitas terganggu atau ketika pemain menyentuh bola dengan kedua tangan secara bersamaan. Bola harus terus diarahkan ke lantai sehingga menggiring bola tidak berakhir. Hal itu juga bisa berakhir ketika bola diperbolehkan beristirahat di tangan para pemain dan ketika bola boleh bergerak sejajar atau fraksional ke pengadilan menggunakan satu tangan.
Langkah-langkah berikut diamati untuk memastikan bahwa menggiring bola dilakukan dengan benar dalam basket:
Penggunaan bantalan jari. Berbantalan bagian dari jari digunakan oleh pemain untuk mengendalikan bola basket. Menggunakan telapak tangan untuk mendribel bola harus dihindari. Spread the jari di bola ketika menggiring bola. Jari-jari harus tersebar untuk kontrol yang lebih baik dari basket. Jari telunjuk harus dalam arah yang sama dengan arah tubuh pemain menghadap. Tangan selalu di atas. Ketika menggiring bola, pemain harus memastikan bahwa tangan di atas bola basket untuk mencegah pemain melakukan pelanggaran, yang membawa bola. Tangan meninggalkan basket poros terlebih dahulu sebelum kaki meninggalkan lantai. Jika kaki meninggalkan lantai sebelum meninggalkan basket tangan, pelanggaran dapat disebut, yang bepergian.
Kedua tangan harus mampu menggiring bola. Praktek yang diperlukan agar pemain untuk menggiring bola dengan kanan atau tangan kiri.
Perisai dengan pihak lain. Sementara menggiring bola dengan tangan aktif, ensiklopedia tangan harus digunakan untuk menjaga bek mendapatkan kontak dengan bola. Tubuh juga harus digunakan sebagai perisai.
Mata tetap terbuka dan kepala. Dengan cara ini, pemain dapat melihat seluruh pengadilan dan mengambil tindakan yang tepat sehingga pemain lebih efektif dengan bola basket.
Cepat berhenti. Ketika pemain ingin mengakhiri menggiring bola, hal itu harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari pelanggaran. Jaga agar tetap rendah. Tubuh bersama-sama dengan pemain bola tetap rendah sehingga pemain tidak akan mampu mendapatkan bola dengan mudah.
Hindari membuang-buang yang menggiring bola. Hal ini dilakukan dengan menggiring bola sekali atau dua kali dan kemudian mengakhiri menggiring bola. Hal ini akan membawa pemain dalam situasi yang sulit.
Selalu punya tujuan dan tahu niat. Pemain harus tahu apa tindakan yang akan diambil selanjutnya setelah menggiring bola. Hindari menggiring bola dengan dua tim. Menggiring bola harus dihindari jika ada dua pembela berusaha untuk mengambil bola pada waktu yang sama. Bola dapat dengan mudah pergi ke milik mereka jika hal ini dilakukan. Hindari sudut. Menggiring bola di sudut-sudut pengadilan akan menguntungkan bagi para pembela karena pemain menggiring bola bisa terperangkap oleh pembela HAM di sudut pengadilan.
Jaga agar tetap hidup. Menggiring bola harus dilakukan dalam cara hidup yang penuh dengan pemain sebelum memutuskan untuk lulus atau menembak. Teknik ini menyulitkan bagi bek untuk mencuri bola tapi hati-hati harus diamati.
Practice makes perfect. Pemain harus melakukan latihan menggiring bola sendiri sehingga keterampilan menggiring bola pelajari selama latihan dapat dimasukkan dalam tim bermain.
Sikap yang tepat. Pemain berdiri tegak. Ketika menggiring bola dengan tangan kanan, kiri makanan seharusnya paralel dan di depan kanan dengan sedikit menekuk lutut. Serahkan saja pada tangan dan pergelangan tangan. Dan pergelangan tangan harus digunakan saat menggiring bola. Lengan harus berada di dekat tubuh bagian atas dan terus dekat dengan itu. Biarkan pinggang menjadi dasar dari ketinggian. Bola harus meneteskan tidak lebih tinggi dari pinggang, di depan dan samping kaki yang ada di belakang. Belajar bagaimana menangani bola sangat penting dalam bermain basket.
Menggiring bola adalah salah satu cara pemain dapat digunakan untuk mengontrol permainan ketika bola berada dalam kepemilikan. Sudah pasti salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam penanganan bola. Banyak latihan menggiring bola akan melunasi jika pemain bola memiliki dan terserah pemain ini untuk memastikan bahwa bola tetap menjadi milik tim sebelum pemain tunas, membuat keranjang dan skor. Mempelajari dasar-dasar menggiring bola pertama dan mendapatkan permainan berjalan.
Ball Handling merupakan dasar dalam permainan olahraga bola basket, perlu di ketahui permainan bola basket bukan sekedar dribbel dan menembak, juga membutuhkan keterampilan dalam mengolah bola. Sebelum kita mendalami teknik-teknik dalam bermain bola basket yang lain, kita harus mendalami dulu dasar-dasar bermain bola basket yang benar atau belajar basic dari permainan bola basket tersebut yaitu ball handling.Dibawah ini adalah macam-macam latihan Ball Handling:
Tap Drill:Memperpanjang tangan di atas kepala Anda dan tekan bola dengan cepat antara ujung-ujung jari Anda. Pekerjaan Anda sampai ke lantai dan kemudian kembali ke atas kepala.
Neck Circles: Memindahkan bola di leher Anda dalam gerakan melingkar.
Waist Circles:Memindahkan bola secepat Anda dapat sekitar pinggang.
Leg Circles: Memindahkan bola di sekitar lutut kanan saat anda berdiri dengan kaki selebar bahu terpisah. Kemudian melakukan hal yang sama di sekitar lutut kiri. Anda juga dapat melakukan ini penanganan bola latihan dengan posisi kaki Anda berdekatan dan menggerakkan bola di sekitar kedua kaki.
Waist/Leg Circle Combo: Menggabungkan 2 penanganan latihan bola sebelumnya menjadi satu. Berdirilah dengan kedua kaki bersama-sama. Mulai di pergelangan kaki dan bekerja di sekitar bola kaki Anda. Kemudian beralih ke lutut, kemudian pinggang dan kemudian kembali ke pergelangan kaki Anda lagi. Bekerja untuk memperoleh cepat, gerakan fluida dari atas ke bawah.
Wall Drill: Pegang bola di atas kepala dengan kedua tangan berdiri sekitar tiga meter dari dinding. Bola memantul dari dinding 10 kali dengan tangan kanan dan kemudian 10 kali dengan tangan kiri menggunakan atas, daerah bantalan jari-jari Anda. Hal ini mungkin agak sulit ketika Anda pertama kali mencoba, tetapi akan membantu Anda mengembangkan perasaan yang tepat untuk bola.
Ricochet: Sementara berdiri tegak dengan kaki Anda terbuka lebar, bola memantul keras di antara kaki Anda dan kemudian menangkapnya di belakang Anda dengan kedua tangan.
Pretzel: Meletakkan satu tangan pada bola di depan kaki dan satu tangan pada bola di belakang kaki sambil berdiri dengan kaki selebar bahu. Drop bola dan membalik posisi tangan Anda. Cobalah melakukan hal ini terus-menerus bola latihan penanganan secepat mungkin.
Run in Place:Membungkuk sambil berlari di tempat. Memindahkan bola di belakang kaki kanan Anda dengan tangan kanan dan kemudian di belakang kaki kiri dengan tangan kiri. Terus melakukan hal ini ketika sedang yakin untuk menjaga kaki Anda dalam garis lurus.
Straddle Flip: Pegang bola dengan kedua tangan di depan kaki Anda sambil berdiri dengan kaki selebar bahu. Menjatuhkan bola, ayunan tangan Anda ke bagian belakang kaki Anda dan menangkap bola sebelum dapat mencapai lantai. Lalu menjatuhkan bola sekali lagi, ayunkan tangan ke depan dan menangkap di sana. Ulangi latihan penanganan bola ini berulang-ulang secepat mungkin.
Figure Eight:Berdirilah dengan lutut tentang selebar bahu dan membungkuk sedikit. Dengan bola di tangan kanan, melewati di antara kaki Anda dalam sebuah angka delapan gerakan tangan kiri Anda. Ayunan bola ke depan dan kemudian lulus dari tangan kiri ke tangan kanan Anda melalui kaki. Seperti penanganan seluruh bola latihan, mulailah pelan pelan dan meningkatkan kecepatan ketika Anda mendapatkan lebih nyaman.
Figure Eight:Serupa dengan bola Delapan penanganan Gambar bor di atas (# 11). Berdirilah dengan lutut tentang selebar bahu dan membungkuk sedikit. Dengan bola di tangan kanan, menggiring bola di antara kaki Anda dalam sebuah angka delapan gerakan tangan kiri Anda. Ayunan bola ke depan dan kemudian menggiring bola itu dari tangan kiri ke tangan kanan Anda di angka delapan pola yang sama melalui kaki. Mulailah pelan pelan dan meningkatkan kecepatan ketika Anda mendapatkan lebih nyaman.
Bongo Dribble: Untuk penanganan bola bor, dapatkan di lutut dan mendribel bola secepat Anda bisa, bolak-balik tangan seolah-olah Anda sedang memainkan bongo drum set.
Leg Circles:Berdirilah dengan kaki selebar bahu terpisah. Mendribel bola di sekitar kaki kanan Anda menggunakan tangan kanan dan kiri. Kemudian ulangi bola yang sama menangani bor di sekitar kaki kiri.
Draw the Picture: Berdiri di satu tempat dan mendribel bola dalam sebuah lingkaran, salib, persegi dan berbeda abjad. Lakukan ini dengan baik kanan dan tangan kiri.
Wall Drill: Bouncing bola secepat mungkin ke atas dan bawah dinding. Mulai setinggi nyaman dapat mencapai, bekerja turun ke lantai dan kemudian kembali lagi menggunakan tangan kanan dan kemudian kiri.
Seesaw: Posisi diri dalam berbagai sikap dan mental bola di belakang kaki Anda bolak-balik antara tangan kiri dan kanan.
360 Degree Dribble: Dribble dalam lingkaran menggunakan kaki kanan sebagai poros kaki. Menggiring bola dengan tangan kanan Anda membuat kedua depan dan sebaliknya pivots dan kemudian melakukan hal yang sama dengan menggunakan tangan kiri Anda untuk menggiring bola. Ulangi latihan ini penanganan bola menggunakan kaki kiri sebagai poros.
Typewriter Dribble: Dapatkan pada lutut dan menggunakan satu jari pada satu waktu untuk menggiring bola dengan. Ulangi latihan penanganan bola ini dengan semua jari-jari Anda, bahkan ibu jari Anda.
Front and Back: Berdirilah dengan kaki selebar bahu dan mendribel bola bolak-balik antara kaki Anda dengan menggunakan tangan yang sama. Mengulangi penanganan latihan bola ini dengan tangan yang lain.
Bola adalah magnet dari permainan bola basket. Terbukti mayoritas pergerakan tertuju pada bola. Padahal fakta menunjukkan pada permainan bola basket seorang pemain akan melakukan pergerakan tanpa bola lebih dari 80%. Salah satu tugas terberat seorang pelatih adalah mengajarkan pada pemain bagaimana untuk terus menerus melakukan pergerakan walaupun tanpa memegang bola. Betapa pentingnya pergerakan tanpa bola di saat pemain melakukan offense ataupun defense. Para pemain harus biasa melakukan pergerakan tanpa bola dengan efektif, efesien dan punya tujuan tertentu yang jelas.
Dibawah ini adalah beberapa konsep pergerakan tanpa bola pada saat melakukan offense (penyerangan) yang perlu diingat agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai :
Siagalah dan ingat pergerakan dimulai dari lantai.
Bergeraklah sesuai dengan teknik yang benar agar tetap pada posisi seimbang, sehingga pemain dapat melakukan berbagai pergerakan dengan cepat.
Lihat defeender dan perhatikan posisi bola. Semua pergerakan harus berdasarkan situasi permainan, sehingga penting untuk mengetahui posisi defender dan bola. Pemain harus mengerti kapan saatnya untuk meminta bola, kapan membuka ruang bagi pembawa bola, dan pergerakan-pergerakan tanpa bola lainya.
Melepaskan diri dari defender, pemain harus belajar bagaimana melepaskan diri dari defender dan mendapatkan ruang agar bisa mendapatkan bola. Jarak ideal menerima operan dari pemain lain adalah kurang dari 15 sampai 18 kaki.
Menerima bola dengan sempurna, ini meliputi bagaimana pemain melepaskan diri dari defender, mendapatkan ruang untuk menerima bola, sampai manerima bola dalam posisi quick stance sehingga dapat melakukan triple threat position.
Jadilah seorang "actor" Maksud dari hal ini adalah mengelabui defendernya dengan banyak tipuanPerluas pandangan defender.
Maksudnya adalah karena mata defender harus tertuju pada 2 sisi yaitu bola dan offender, perluaslah area pandangan defender karena saat defender mempunyai area pandangan yang luas, ia akan kesulitan memabagi pandangannya. Pada saat defender lengah, offender akan dapat dengan mudah melakukan cutting. Salah satu cara agar ini bisa terjadi adalah dengan memposisikan diri berada di belakang defender.
Menjemput bola. Saat akan menerima operan, gerakan menjemput bola adalah penting. Jika saat pemain menjemput bola namun pemain melihat bawah defender akan dapat melakukan intercept, seorang pemain bisa melakukan break away ( back cut ) yaitu berlari mundur dan menciptakan ruang terima bola di belakang defender. Pemain yang melakukan passing sebaiknya menggunakan overhead pass, sehingga tidak mudah di intercept.
Mendekat dan cepat merubah arah. Kadang pemain berpikir bahwa selalu jauh dari defender adalah cara terbaik mendapatkan bola. Padahal dengan bergerak mendekat kearah defender lalu dengan cepat merubah arah bida menjadi cara jitu melepaskan diri dari offender. V-cut dan L-cut adalah contaoh pergerakan dengan konsep ini.
Mengapa saya menulis rahasia Keberhasilan Michael Jordan?
Pertama, MJ adalah salah satu tokoh sukses yang saya kagumi. Pada awalnya saya tidak hobby bermain basket, namun saya senang bila melihat acara basket di teve. Itu karena saya ingin melihat MJ dalam pertandingan. Semangat dan daya juang MJ telah menginspirasi saya dalam mengatasi kegagalan demi kegagalan saya, terutama di saat situasi krismon tahun 1997 hingga tahun 2000. MJ telah membantu saya menjadi pribadi yang kuat, singkat kata MJ telah ikut berperan dalam hidup saya. Kedua, MJ adalah salah satu figur yang mendunia, hampir setiap orang, dan mungkin juga Anda pernah mendengar atau membaca kisah kehebatan MJ. Kisah keberhasilan MJ layak untuk diteladani dan menjadi inspirasi bagi kita semua.
Mengapa ada 23 rahasia, bukannya 18 atau angka lainnya? Ini untuk menghormati sang legenda Michael Jordan yang menggunakan nomor punggung 23 tatkala membela Chicago Bulls. David Beckham, pemain bola legendaris asal Inggris, mengaku penggemar bola basket dan sangat mengidolakan Michael Jordan, Beckham akhirnya memilih nomor punggung yang menjadi ikon MJ bersama Chicago Bulls, yakni 23 saat bermain untuk Real Madrid, Spanyol. “Saya fans berat Michael Jordan. Untuk bisa menggunakan seragam yang sama maka itu akan terasa spesial,” ungkap Beckham seperti diberitakan Yahoosports, Sabtu 9/1/2007).
Ronaldinho, Pemain Bercelona Spanyol, yang sangat diidolakan pecinta sepakbola ternyata juga mempunyai idola. Idolanya adalah legenda basket NBA Michael Jordan. Bahkan MJ menjadi inspirasinya. Mimpi bintang sepak bola Brasil Ronaldinho untuk bertemu dengan MJ terwujud setelah ia dipertemukan dengan legenda basket NBA ini di Barcelona, Spanyol, Senin (23/10/07). Ronaldinho dan MJ bertemu dalam promo tour bersama yang digagas sebuah produk olahraga.
Pertemuan itu menjadi tontonan menarik karena bintang lapangan hijau asal Brasil itu mengaku selama ini sangat mengagumi sosok MJ. Tanpa canggung striker yang kini merumput di Barcelona menyatakan terkesan setiap menyaksikan aksi MJ. Terlebih bintang basket tersebut telah menyumbangkan rekor enam kali juara untuk Chicago Bulls di kompetisi basket bergengsi NBA.
Tidak heran bila Ronaldinho mengaku prestasi MJ menjadi inspirasinya untuk bekerja keras di lapangan hijau. Dalam kesempatan itu pula Ronaldinho menyampaikan pujiannya atas kepedulian MJ atas perkembangan generasi muda saat ini. Ia juga menanyakan kiat sukses MJ menjadi role model yang dikagumi anak-anak sedunia.
Cerita lain lagi dari Pelatih Basket UCLA, Steve Lavin mengatakan, “Di UCLA kami memiliki 23 prinsip tim. Mengapa 23? Itu untuk menghormati Michael Jordan.”
Seri tulisan ini merupakan intisari dari berbagai sumber diantaranya buku: The Magic of Teamwork, Boleh Gagal Tetapi Harus Terus Mencoba, How to be Like Mike. Anda juga bisa melihat koleksi DVD MJ yaitu: His Airness, Ultimate Jordan, Michael Jordan - Off Court (vcd), Road To Victory (vcd).
Alasan saya menulis serial MJ, karena saya begitu kagum dengan apa yang dilakukannya. Bagaimana cara MJ berkomunikasi dengan dirinya sehingga dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Dan bagaimana cara MJ merintis karir suksesnya, baik di lapangan sebagai bintang, maupun di luar lapangan sebagai bisnisman, bintang iklan dan saat ini sebagai pemilik sebuah club di NBA.
Melalui tulisan ini, Anda akan lebih mengenal sosok Michael Jordan yang juga pernah di coach oleh Anthony Robbins (World #1 Success Coach) di awal karirnya. MJ tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara dia bersikap saat di lapangan maupun di luar lapangan. Marilah kita dengan hati yang jernih belajar dari MJ tentang rahasia keberhasilannya yang menjadikan dirinya seorang bintang.
Michael Jordan, Sang Legenda Basket Dunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan.
Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.
Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun.
Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta MJ kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh MJ dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. “Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru,” sebut MJ dalam sebuah wawancara.
Sosok MJ memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Misalnya, ketika ia kembali dari pensiunnya, secara tidak langsung, ia menantang pemain basket yang dianggap sebagai penggantinya, Kobe Bryant. Dalam sebuah pertandingan para bintang, ia beraksi mencoba menundukkan juniornya tersebut.
Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun, bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama. “Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba,” sebut MJ mengungkap rahasia suksesnya. Tantangan dan halangan memang sering justru jadi penguat dirinya untuk mencapai prestasi. Pernah, ketika ia mulai masuk di tim profesional NBA, karena mempunyai prestasi cemerlang, ia justru sempat “dikucilkan” oleh pemain senior. “Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah, tapi coba lompati dan lewati,” ungkap MJ. Dengan keyakinan inilah, MJ mampu mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih maksimal.
Kini, nama MJ sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, “Dewa menyamar sebagai Michael Jordan.” Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. “Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hampir 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan, justru karena itulah saya sukses,” sebut MJ dalam beberapa kali pidatonya.
Berikut ringkasan: 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan:
Rahasia #1 : Segalanya dimulai dari Impian. Impian anda harus memberi semangat dalam hidup anda, sehingga mendorong anda untuk mengubah diri anda menjadi pemenang sejati.
Rahasia #2: Kata MJ tentang FOCUS. Latih pikiran Anda untuk ber-fokus pada karir yang sedang anda tekuni, dan singkirkan hal-hal sepele yang tidak penting.
Rahasia #3 : Jadilah selalu yang terbaik di bidang anda.
Rahasia #4 : Energi Antusiasme adalah bahan bakar emosi yang terhebat. Tanpa antusiasme, anda tidak akan meraih apa-apa.
Rahasia #5 : Jika kamu ingin meninggalkan jejak di pasir waktu, kerja keras adalah mutlak anda lakukan.
Rahasia #6 : Penyebab banyak orang tidak berhasil, karena mereka tidak punya cukup sarana dan disiplin diri untuk berusaha mencapai cita-cita itu.
Rahasia #7: Ketekunan bukanlah satu perjuangan panjang, melainkan banyak perjuangan pendek yang berturu-turut.
Rahasia #8 : Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya.
Rahasia #9 : Halangan tidak boleh menghentikan langkah anda. Jika dinding merintangi, jangan berbalik untuk menyerah. Carilah segala cara untuk memanjatnya, menembusnya atau mengitarinya.
Rahasia #10 : “Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba”
Rahasia #11: Pemenang selalu menganggap dirinya akan menang ketika pertandingan belum dimulai. Hidup adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.
Rahasia #12 : Kurangnya kepercayaan diri merupakan alasan utama yang membuat kita menghindar dari persaingan dan perjuangan. Dan tanpa perjuangan tidak ada kemungkinan untuk sukses.
Rahasia #13 : Bakat memenangkan permainan, namun Kerja sama Tim yang solid memenangkan setiap pertandingan.
Rahasia #14 : Berilah teladan yang positip bagi semua orang, dari setiap apa yang anda lakukan walaupun itu cuma 30 detik saja.
Rahasia #15 : Komitmen individu terhadap perjuangan dan Tim. Jika Anda punya komitmen terhadap sesuatu, Anda tidak punya dalih apa pun kecuali mencapai tujuan anda.
Rahasia #16 : Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang lain,
pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru
Rahasia #17 : Pemimpin yang baik adalah memberdayakan dan menciptakan nilai
tambah bagi setiap individu dalam tim anda
Rahasia #18 : Sembilan puluh persen kepemimpinan merupakan kemampuan untuk
mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan oleh orang lain.
Rahasia #19 : Orang tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan teknologi,
mereka akan berhasil jika mereka mengandalkan sosialisasi
Rahasia #20 : Percayalah kepada orang lain dan mereka akan jujur kepadamu. Perlakukan mereka dengan baik, dan mereka akan menunjukkan kebaikan mereka.
Rahasia #21 : Dibalik Keberanian terkandung kejeniusan, kekuatan dan
keajaiban.
Rahasia #22 : Rasa Hormat menghasilkan kepercayaan, kepercayaan menghasilkan
kesetiaan.
Rahasia #23 : Kata Jordan tentang Karakter. Hanya ada satu orang yang dapat
merumuskan kesuksesan dalam hidup anda, yaitu diri Anda sendiri.
Semua masyarakatpenggemar cabang Olahraga Bolabasket tidak ada yang lebih menarik atau lebih hebat dari Bolabasket itu sendiri. Banyak sekali yang bisa didapat dengan mengamati, melihat, melakukan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Olahraga dan khususnya cabang olahraga Bolabasket . Kesehatan, bersenang-senang, dan penampilan fisik yang baik adalah merupakan komponen dari Olahraga Bolabasket. Belum lagi esensi dari Olahraga Bolabasket, membiasakan dan meningkatkan disiplin diri. Dari kalimat terakhir yang disebut barusan akan sangat terasa dampaknya pada rentang waktu yang lebih panjang lagi. Imbas positif ini bukan hanya dapat dinikmati oleh individu pelakunya, tapi lebih lagi dapat berimbas baik sekali untuk masyarakat bannyak dan bangsa kita. Klise-nya alinea ini karena memang sudah banyak ditulis, diucap dan dibesar-besarkan di masyarakat kita. Tapi memang ini yang saya temui, yang saya dengar, yang saya lihat dan saya percaya walaupun belum berhasil dengan usahanya.
Tentang aku…
Bersyukur saya dibesarkan dikeluarga yang senang terhadap dunia Olahraga, dengan ini saya di beri kemudahan tersendiri untuk belajar banyak tentang Bolabasket. Ayah saya adalah bekerja sebagai karyawan Bank di Kota Magetan, awal masuknya ayah saya ke Bank juga karena Olahraga, tapi bukan Bolabasket melainkan Bola Voli. Tetapi ayah saya juga menggemari Olahraga Bolabasket. Semenjak kecil ayah saya sudah mengenalkan saya dengan Bolabasket, karena setiap sore saya di ajak ke lapangan untuk menonton ayah saya bermain Bolabasket. Sejak saat itu saya tertarik dengan Olahraga Bolabasket walaupun saya sebagai penonton dan penikmat saja.
Saat menginjak sekolah lanjutan pertama, saya baru benar-benar menjadi pelaku Bolabasket. Bergabung dengan klub kecil yang ada di Kota Magetan mengasah saya menjadi pemain yang baik dan terampil, tetapi juga menjadi anak muda yang mempunyai arah dan tujuan yang jelas.
Bermain membela nama Sekolah merupakan pengelaman pertama yang saya dapat. Selain membela nama sekolah, saya bermain membela Kota Magetan dalam Pekan Olahraga anatar Daerah (POPDA). Selain itu saya juga bermain membela kulb dalam kejurda Divisi II. Dari mengikuti kejuaraan-kejuaran tersebut saya mendapatkan wawasan yang luas tentang Bolabasket. Setelah tamat Sekolah Menengah Akhir saya melanjutkan sekolah mengambila jurusan Olahraga di UNESA. Awalmulanya saya berangan-angan untuk mengasah keahlian saya di Ibu Kota Jawa Timur, tetapi angan-angan tersebut sirna, persaingan di Kota lebih ketat dan banyak pemain-pemain yang keterampilannya melebihi saya. Ini juga yang menjadi alasan kenapa saya cepat-cepat berhenti bermain saat saya masih bisa berkompetisi.
Cita-cita saya saat ini adalah ingin mempercepat berkembangnya Bolabasket di Magetan dan di Indonesia. Niat Pribadi mau menggunakan apa yang sudah saya dapat dari 11 tahun sebagai pemain Bolabasket untuk dikembalikan lagi pada cabang ini dan lebih lagi pada masyarakat kita. Akan dasar ini saya menjadi pelatih Bolabasket.
Pengalaman yang baru 2 tahun menjadi pelatih di kompetisi antar daerah membuat saya lebih terpacu lagi untuk menjalankan dan terus menikmati apa yang saya pikir mau dan mampu lakukan. Walau dalam perjalanan pendek ini saja tidak sedikit juga orang yang sudah melihat saya sebagai orang yang terlalu mikir, terlalu muluk, perfeksionis dan ada juga yang menyebut saya idealis. Sekarang ini saya ingin belajar dan mencari pengalaman yang se-banyak-banyaknya untuk menjadi pelatih Bolabasket yang lebih baik lagi.
Pelatih Bolabasket Indonesia…
Sejak masih menjadi pemain Basket sampai sekarang ini, banyak sekali saya melihat pelatih atau pembina yang seolah menganggap terlalu ringan semua beban peran dan tanggung jawab profesi ini. seolah yang terlihat hanya kemenangan atau kekalahan yang di depan mata saja. Banyak yang memandang sebelah mata sebuah usaha persiapan dan sebagainya. Buat saya ini semua tidak harus terjadi.
Sisa tiga menit saat sebuah tim yang bermain di 4 besar IBL tahun 2005 tertinggal hanya tidak lebih dari 9 angka, sang pelatih sudah duduk manis tanpa berbuat sesuatu untuk membalikkan keadaan. Terlepas saat itu setelah kita berusaha tapi kalah juga, tetap saja tugas kita adalah melatih saat kalah ataupun menang. Tanpa harus menunjuk pada sisa enam menit perempat akhir pertandingan Final IBL 2006.
Entah sebuah tim tertinggal jauh ataupun menang jauh, lagi-lagi tetap saja saat itu kita bukan penonton yang bisa selalu duduk tenang tanpa berbuat sesuatu. Saat seperti itu adalah saat yang paling baik untuk tim mendapatkan pengalaman di saat genting di seri 4 besar, dan memang kekalahan belum tentu menjadi milik kita kalau kita tetap terus berusaha sesuai logika waktu yang tersisa.
Ada juga pelatih yang sama sekali tidak mengindahkan etika dan sportivitas. Di sebuah pertandingan penyisihan Kobatama tahun 2004, seorang pelatih meneriakkan kata-kata yang sama sekali tidak pantas diucapkan sebagai pelatih Bolabasket. “Pukul saja, saya nanti yang tanggung jawab!” Katanya sambil menunjuk-nunjuk dadanya.
Belum lagi pelatih yang membiarkan pemainnya masuk kelapangan yang sedang dipakai berlatih oleh tim lain pada jam berlatih sebelum timnya berlatih. Ada lagi pelatih yang tidur saat timnya berlatih dan masih banyak lagi. Semua yang kurang-kurang barusan sama sekali tidak mengangkat profesi ini ke jenjang selanjutnya. Apalagi bisa mengangkat prestasi timnya.
Hingga disuatu titik saya berpikir bahwa kita pelatih-pelatih di Indonesia ini bukannya tidak mampu, tapi kurang serius menjalankan profesinya. Itupun masih dibagi lagi pada dua kelompok (atau masih ada 263 kelompok lainnya lagi.). Ada yang kurang serius karena menganggap profesi ini sebagai sampingan dan hanya penambah pemasukan dari sisi keuangan, dan ada juga yang memang tidak serius dan lagi kemampuannya terbatas padahal profesi ini satu-satunya mata pencahariannya.
Dari semua yang diatas ini tetap saya yakin tidak sedikit juga yang benar-benar mampu, serius dan tulus dalam menjalankan profesinya. Ini juga yang menjadi salah satu faktor kenapa Bolabasket Indonesia masih ada.
Idealisme Bukan Tidak Mungking… Sulit untuk saya percaya kalau idealnya profesi ini tidak bisa dijalankan dengan baik. Yang kita para pelatih perlu hanyalah usaha sepenuhnya sesuai dengan kapasitas dan deskripsi pekerjaan.
Bukannya tidak mungkin kan kalau jual beli pemain dalam suatu tim harus sesuai dengan standar pelatih? Mengapa harus pemilik yang membeli pemain sekuat koceknya? Apakah pemilik pasti tahu kebutuhan tim sesuai dengan sistem bermain si pelatih? Sedemikian mandulkah pelatih kita hingga dia harus didukung dengan tim yang bermaterikan pemain level nasional lebih dari 4 orang, sementara tim lain ada yang sama sekali tidak punya materi pemain kelas nasional?
Saya pikir pasti pelatih-pelatih juga tidak terlalu ingin dimanjakan dengan materi pemain. Karena saya juga yakin, pelatih klub-klub Bolabasket di Indonesia mampu mencetak sendiri pemain atau tim yang menangan.
Idealnya di Indonesia, (paling tidak, menurut saya..) selain menejer, pelatihlah yang menjadi salah satu fokus utamanya bagi pemilik klub. Lalu kenapa bukan pemain? Karena penonton datang ke pertandingan Basket bukan melulu untuk melihat satu-dua pemain berlaga, tapi untuk melihat pertandingan Bolabasket. Cantik atau tidaknya sebuah tim bermain, kecepatannya, kerjasamanya atau seru atau tidaknya sebuah pertandingan.
Kalaupun ada banyak orang datang karena ingin melihat satu–dua “Pemain Bintangnya Indonesia”, itupun ternyata kurang cukup banyak untuk mengangkat liga kita sampai pada titik menguntungkan bagi klub atau pemilik klub. Padahal tengok berapa banyak anggaran yang terkuras untuk menarik seorang “Pemain Bintangnya Indonesia” masuk ke dalam satu klub.
Saya tahu sebuah klub Divisi I yang sudah membeli banyak pemain dan menggajinya tapi sampai hari ini selalu gagal untuk terbang dan masuk ke jenjang berikutnya. Malah ada yang sudah bubar. Atau lagi sebuah tim bukannya membangun sebuah tim melainkan membeli beberapa pemain kelas wahid sekaligus, namun gagal masuk final kompetisinya tahun 2006.
Apakah tidak mungkin kalau Bolabasket Tanah Air kita ini tetap menjunjung tinggi pembinaan, pembentukan karakter, disiplin, pendidikan dan sebagainya? Pelatih yang harus memulai penekanan akan hal-hal tersebut. Ideal hanya sejauh mau atau tidak mau saja.
Lagian dimana posisi Bolabasket kita di Internasional sekarang? Pada rentang waktu yang sedikit lebih panjang klub-klub IBL dan Kobatama pasti akan diuntungkan. Di Indonesia sekarang ini saya pilih Pelatih, menejer baru kemudian pilih pemain.
Kerja Sama...
Bukan pelatih terus seenaknya bekerja sendiri tanpa perlu bantuan oleh elemen di tim. Atau sukses tidaknya sebuah tim hanya di tentukan oleh pelatih semata. Melainkan diperlukannya kemampuan kerja sama di antara semua dalam sebuah tim tersebut.
Ketidakmampuan pelatih bekerja sama dengan menejer, pengurus dan lain-lain akan tercermin pada pola permainan timnya. Saya kira tidak ada pelatih cabang Olahraga beregu yang tidak punya kemampuan bekerja sama. Pelatih membutuhkan dukungan dari banyak pihak didalam dan diluar klubnya.
Orientasi Hasil...
Banyak klub pasti banyak pula tujuan masing-masing. Ada yang hanya untuk senang-senang membangun klub, dan ada yang ingin benar-benar membina masyarakat kita melalui Olahraga atau ada juga yang mungkin mengejar keuntungan secara finansial. Uang dan pembinaan kedepan atau apapun itu tujuan klub atau pemilik yang positif, dapat dicapai dengan semua yang saya coba uraikan diatas dari sisi profesi.
Pasti! Kalau kurang percaya silahkan saja lihat kembali sejarah negara yang tradisi Bolabasketnya mendominasi dunia. Walau sudah Pro dan menjadikan pemain kaya raya, mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Olahraga dan Bolabasket.
Setiap bagian cabang Bolabasket Indonesia harus mau memulainya. Siapa lagi kalau bukan kita (terutama pelatih) sendiri yang meletakkan nilai-nilai itu semua? Saya hanya berusaha menjadi manusia sebenarnya dengan semua keaslian dirinya, walau tidak seasli yang diciptakan komunitas Bolabasket Indonesia..